PALEMBANG — Semakin dekatnya waktu penutupan bursa transfer pemain di kompetisi Liga 1 Indonesia membuat para pendukung Sriwijaya FC mulai cemas. Pasalnya sosok marquee player yang ditunggu kedatangannya ke Palembang belum juga terlihat.

Penutupan pendaftaran pemain di kompetisi Liga 1 Indonesia sendiri akan berakhir 30 April dan laskar wong kito sendiri masih memiliki 2 kuota pemain tersisa. Setiap klub sendiri memang diperbolehkan memiliki 30 pemain dan saat ini baru mendaftarkan 28 pemain.

Manajemen SFC sendiri belakangan mengaku sudah lebih selektif dan fokus memburu pemain sesuai kebutuhan tim, sehingga tawaran dari sejumlah agen yang mencoba memasukkan sejumlah nama lainnya ditolak. “Kita fokus mencari pemain di posisi playmaker, karena itu tawaran dari agen diluar posisi itu pasti kita tolak,” jelas sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi Kamis (20/4) sore.

Beberapa playmaker yang pernah bermain di Liga Portugal dan La Liga Spanyol pun kini menjadi bidikan. “Tapi seperti instruksi dari Presiden SFC, kita tidak melihat nama besarnya melainkan kualitasnya. Syarat utama seperti masih aktif bermain, bebas cedera dan mau bekerja keras di dalam tim menjadi prioritas utama, nanti marquee player di SFC akan diperlakukan sama seperti pemain lainnya, karena suasana tim saat ini sudah sangat kondusif,” tegasnya.

Pihaknya mentargetkan pemain tersebut sudah akan tiba di Indonesia pekan depan. Karena untuk dapat bermain, manajemen perlu menyiapkan kelengkapan seperti ITC, Kitas ataupun syarat administrasi lainnya.

Sementara itu, kelompok suporter SFC Singa Mania mengingatkan manajemen SFC untuk tetap tenang dalam berburu marquee player sehingga tidak mengulangi kesalahan seperti musim sebelumnya. “Dalam perjalanan SFC, sudah lebih dari sekali tim ini melakukan panic buying. Dulu ada Yong Ji Mu yang digadang-gadang mampu menjadi pengganti Zah Rahan, lalu Brad Scott top skor New Zealand yang melempen di SFC, Paul Robinson yang hanya dikontrak 1 pertandingan. Lalu di era turnamen ada Osas Saha atau Simone Quintieri yang permainannya jauh dari harapan. Tentu meski kita menginginkan adanya penambahan pemain baru yang akan dapat meningkatkan kualitas tim, tetapi jangan sampai panik dan tergesa-gesa. Apalagi marquee player yang harganya pasti jauh diatas pemain lainnya,” ungkap ketua umum Singa Mania Ariyadi Eko Neori. (dedi)

Artikel Terkait