JAKARTA — Pertemuan Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC selalu menyisakan cerita menarik. Bahkan pertemuan kedua tim di kompetisi Liga 1 Indonesia musim ini seolah mengulang kisah kelam saat keduany bertemu di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu.

Pasalnya, dalam laga yang dimainkan Jumat (24/6/2016) ini juga mengalami masalah dan pertandingan akhirnya harus dihentikan di menit 81 babak kedua. Situasi tidak kondusif di stadion Gelora Bung Karno membuat pihak keamanan memutuskan pertandingan harus berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk kemenangan tim tamu.

Saat itu, SFC yang tengah unggul 0-1 dipaksa keluar lapangan bersama tim Persija dikarenakan terjadi kerusuhan yang melibatkan Jakmania dengan petugas kepolisian. Akibat insiden ini, Macan Kemayoran tidak diperkenankan bermain kembali di GBK hingga kompetisi TSC selesai.

Kini, hal yang sama nyaris terulang dan kontroversi kembali mewarnai pertemuan kedua tim. Hanya berkelang 2 hari sebelum pertandingan dan kedua tim juga sudah tiba di Bekasi, secara mendadak venue pertandingan juga harus dipindah, dari stadion Patriot Bekasi ke stadion Wibawa Mukti Cikarang dan tidak boleh dihadiri penonton.

Pemindahan lokasi ini ditenggarai karena pihak keamanan tidak memberikan izin bagi panpel Persija setelah terjadi kerusuhan yang menyebabkan adanya korban di pihak kepolisian saat laga terakhir melawan Perseru Serui (13/6) lalu di stadion Patriot.

Kebijakan panpel yang melarang adanya penonton di laga ini sendiri membuat suporter SFC kecewa. Pasalnya, pemberitahuan yang terkesan mendadak membuat ratusan suporter SFC yang sudah berangkat langsung dari Palembang menjadi sia-sia.

“Saat mendengar kabar ini, dengan menggunakan 1 bus kecil kami sudah bersiap naik kapal dari Bakauheni Lampung menuju Merak, tentu membuat bingung. Tetapi akhirnya kami teruskan tetap ke Jakarta, minimal nanti akan bersilaturahmi dengan Jakmania,” ungkap Agung Fahrurrozi, ketua umum Ultras Palembang saat dihubungi.

Hal yang sama juga disampaikan Ariyadi Eko Neori ketua umum Singa Mania yang menyebut banyak anggotanya yang sudah berada di ibukota saat informasi tersebut disampaikan. “Kalau rugi pasti, karena yang di Palembang pun tidak bisa membatalkan keberangkatannya karena pihak bus tidak mau mengembalikan uang yang sudah dibayarkan sebelumnya. Awalnya kami tetap berharap ada kebijakan untuk suporter tamu, karena sudah jauh datang dari luar pulau Jawa, tetapi kami siap mengikuti keputusan panpel nanti karena tidak ingin merugikan SFC sendiri,” jelasnya.

Mengobati kekecewaan, pihaknya pun menyebut akan menggelar nobar bersama Jakmania di Jakarta. “Berdasarkan komunikasi terakhir, suporter dari kedua tim juga tidak diperkenankan mendekat ke stadion Wibawa Mukti dan akan dipukul mundur bila terlihat di area tersebut. Jadi kami putuskan tidak berangkat ke Cikarang dan hanya menggelar nobar di secretariat Singa Mania Jabodetabek di kawasan ruko mall Ciputat,” tambahnya. (Dedi)

Artikel Terkait