Palembang, Laskarwongkito.com-Selain gagal meraih poin penuh, Sriwijaya FC juga mendapat kerugian lain akibat ulah suporternya saat laga kontra Arema FC, Sabtu (21/7) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Aksi pelemparan kursi yang dilakukan oknum suporter laskar wong kito membuat SFC terancam terusir dari GSJ kedepannya.
Bahkan kepolisian Palembang pun sudah mengisyartkan tidak akan memberikan izin kepada SFC untuk menggelar laga dalam waktu dekat mengingat pelaksanaan Asian Games 2018 sudah di depan mata. SFC sendiri masih menyisakan 1 laga kandang sebelum Asian Games 2018 digelar yakni menjamu Borneo FC, Minggu (29/7) mendatang. Kemungkinan laga akan dipindahkan ke stadion Bumi Sriwijaya dengan opsi tanpa penonton.

Pengawas Jakabaring Sport City (JSC), Rusli Nawi mengatakan total kursi yang rusak di tribun selatan dan utara sebanyak 335 kursi dengan rincian 231 di tribun utara dan 104 kursi di selatan. Diantara 335 kursi yang rusak, 221 diantaranya yang dilemparkan ke lapangan.

“Kalau jenis kerusakannya jelas ini rusak berat kalau yang sampai bawah (lapangan). Ini yang dilemparkan sepertinya ditarik paksa oleh suporter. Apapun alasannya ini harusnya tidak boleh dilakukan karena ini adalah aset negara,”jelasnyanya.

Untuk perbaikannya, Rusli mengatakan tergantung kontraktornya apakah ini dibenarkan atau diganti dengan yang baru.

“Kalau hanya diperbaiki bisa selesai satu minggu tapi kalau beli itu lama karena belinya di luar negeri,” ucapnya.

Akibat kerusakan ini, Rusli mengatakan JSC akan melaporkan ke pihak berwajib karena ini sudah termasuk perbuatan kriminal karena fasilitas negara dirusak.
Dirinya juga menegaskan bahwa tidak akan ada lagi pertandingan sepakbola di GSJ, termasuk juga latihan karena dipastikan stadion akan disterilkan. Apalagi sepakbola wanita perhelatan Asian Games akan digelar di GSJ.

“Tidak akan ada lagi pertandingan dan latihan (SFC) disini (GSJ) mulai besok. Kalau ada pertandingan cari lapangan lain. Kalau ada pertandingan di lapangan lain juga Stop dulu penonton karena takutnya merusak fasilitas tempat lain,”tutupnya.

RelatedPost