Meski gagal memberikan hasil maksimal di turnamen Piala Jenderal Sudirman, sosok Beny Dollo masih mendapat pertimbangan khusus dari manajemen Sriwijaya FC. Bahkan mundurnya jadwal pengumuman evaluasi tim dikabarkan karena manajemen laskar wong kito ingin mengkaji secara khusus mengenai status pelatih kedepannya.
Dalam pertemuan bersama awak media, manajer SFC Nasrun Umar menegaskan bahwa pihaknya memang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai arsitek tim kedepannya. “Kalau soal hasil di turnamen PJS, tentu tidak bisa disebut kesalahan pemain atau pelatih. Tetapi bukan untuk membela diri, semuanya akan dievaluasi baik dalam posisi SFC menang atau kalah,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini.
Diakuinya, pihaknya memang ingin menyelesaikan evaluasi secara menyeluruh terlebih dulu sebelum nantinya membuat keputusan terhadap tim kedepannya. “Memang kami belum mau bicara sebelum adanya finalisasi, karena khawatir akan muncul spekulasi yang nantinya justru akan merugikan tim SFC sendiri,” jelasnya.
Saat meminta masukan dari awak media mengenai sosok pelatih SFC kedepannya, Nasrun Umar sempat memberikan pujian terhadap Nil Maizar yang kini membawa Semen Padang lolos ke babak 8 besar turnamen PJS. “Dia (Nil Maizar-red) pelatih yang bagus, namun sejauh ini kita belum bisa memberikan pernyataan apapun karena masih mesti menyelesaikan evaluasi terlebih dulu,” tambahnya.
Sementara itu, kelompok suporter SFC Singa Mania meminta manajemen untuk bersikap bijak dan belajar dari kasus Jose Mourinho yang baru-baru ini dipecat oleh Chelsea. Ketua Umum Singa Mania, Ariyadi Eko berharap agar penentuan pelatih SFC nantinya memang berdasarkan performa tim di lapangan.
“Semua orang tahu bagaimana jeniusnya seorang Jose Mourinho, namun fakta memburuknya prestasi Chelsea belakangan ini tidak dapat ditutupi dan akhirnya pemecatan pun terjadi. Jadi meski punya track record mumpuni sebelumnya, tapi jika performa tim melorot tentu harus ada yang bertanggung jawab dan dalam kasus ini adalah pelatih,” jelasnya.
Apalagi jelang pemecatan Morinho, suasana ruang ganti Chelsea sempat dikabarkan memburuk dan pelatih asal Portugal itu pun menyebut bahwa kekalahan timnya sedikit banyak diakibatkan pengkhianatan para pemain. “Jadi ketika seorang pelatih sudah tidak mendapat dukungan dari pemain, tentu akan sangat berpengaruh ke performa tim secara keseluruhan. Jika dapat diumpakan bahwa Bendol adalah Mourinho-nya SFC, maka mungkin perlu juga dipertimbangkan dan dicari tahu oleh manajemen terlebih dulu, apakah para pemain masih mempercayainya?,” pungkasnya.