PALEMBANG – Festival buah dan pertanian unggulan untuk kedua kalinya kembali di  gelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Sumsel.
Kegiatan tahunan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H  Herman Deru yang juga dihairi Ketua Umum Dewan Pengurus MAI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad, Kepala Departemen Badan Otonom DPP Himpunan Alumni IPB Ali Patoni, Ketua Umum MAI Provinsi Sumsel Dr. Ir. H. Abdul Nadjib, MM bertampat di halaman Griya Agung Palembang, Jumat(11/1) petang.
Festival buah dan pertanian unggulan  kedua kali ini melibatkan 106 stan perwakilan dari 17 Kabupaten dan kota  di Provinsi  Sumatera Selatan. Yang menampilkan aneka buah  hasil pertanian masing-masing  daerah.
Gubernur Sumsel H  Herman Deru dalam sambutannya menegaskan,  festival tersebut bertujuan memberikan semangat kepada petani buah lokal yang ada di Sumatera Selatan. Sekaligus sebagai arena destinasi wisata kuliner baru bagi masyarakat lokal dan dari  luar Provinsi Sumsel.
”Provinsi Sumsel memiliki keanekaragaman buah lokal tidak hanya durian. Namun masih banyak buah lokal yang jika dikembangkan dan dikenalkan kembali pada khalayak akan mendapatkan tempat tersendiri,” imbuhnya.
Dia mengajak petani buah di Sumatera Selatan untuk terus meningatkan inovasi dan semangatnya melakukan penanaman buah-buahan lokal yang berasal dari wilayah Sumatera Selatan. Tujuannya tidak lain untuk menjaga keaslian buah yang telah melegenda dikalangan masyarakat secara turun temurun.
“Petani buah di Provinsi Sumsel jangan pernah turun semangat untuk menjaga keaslian buah lokal ini. Durian kita lebih menarik, lebih legit tidak kalah sama durian-durian dari daerah lain,” tegasnya.
Dikatakan HD, acara ini sengaja dikemas sangat monumental yang membuktikan Provinsi Sumsel masih mempertahankan kearifan lokal.  Terlebih Provinsi Sumsel termasuk ke dalam daftar Provinsi penghasil komoditi pertanian terbesar di Indonesia yang jika dikembangkan dengan serius akan memiliki nilai lebih dan memiliki profek bagus di masa mendatang.
“Tujuan kita adalah mengembalikan Provinsi Sumsel sebagai lumbung pangan nasional dan mengurangi angka kemiskinan melalui  bidang pertanian,” terangnya
Untuk diketahui,  lanjut Herman Deru, Sektor Tanaman Pangan saat ini masih menjadi komoditi yang menjadi fokus pengembangan di Sumsel terutama tanaman pangan seperti padi dan tanaman palawija lainnya.
“Untuk Sub Sektor Hortikultura yang menjadi fokus pengembangan kita ada delapan komoditi yaitu durian, duku, nanas, manggis, jeruk, pisang, salak dan alpukat,” tantasnya.
Terkait dengan pelantikan pengurus Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Sumsel.  Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengucapkan dan tetap berharap keberadaan MAI  kedepan dapat segera menjalankan program kerja yang diawali dengan pembentukan  di 17 kabupaten/kota di Sumsel.
“Kami yakin MAI punya cara sendiri untuk melibatkan masyarakat menekan angka kemiskinan dan menggapai kesejahteraan melalui pertanian,” tandasnya. (ADV)

Artikel Terkait