PALEMBANG — Pesatnya Kemajuan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terutama dalam bidang infrastruktur dan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Sriwijaya ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel juga berharap ini bisa menjadi modal bagi Sumsel untuk menggaet sebanyak-banyaknya investor agar bisa mengatasi efisinsi anggaran yang saat ini tengah mengalami defisit, sementara pembangunan terutama infrastruktur harus tetap berjalan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Giri Ramanda Kiemas mengatakan, Pemprov Sumsel memiliki Peraturan daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2011. Garis besar Perda tersebut, kata Giri, berisi tentang berbagai syarat yang harus dipenuhi calon investor yang akan berinvestasi di Sumsel.

Meski saat ini Pemprov Sumsel di bawah komando Gubernur Alex Noerdin sedang berusaha mencari dana dari pihak ketiga, namun menurut Giri pihaknya tidak akan membiarkan investor masuk begitu saja tanpa melalui prosedur yang tercantum dalam Perda.

“Syarat-syarat yang kita buat harus dipenuhi, berikut kelengkapan proposal investasi, jika ingin menjalin kerjasama dengan pemprov Sumsel,” tegas Giri usai Pembukaan Forum Investasi Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Hotel Aryaduta, Senin (27/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, prosedur investasi amat penting karena hal ini berkaitan dengan aset yang dimiliki masyarakat Sumsel dan inilah yang menurutnya selalu ditekankan kepada pihak investor.

“Yang jelas mereka harus paparkan keuntungan apa yang akan didapat Pemprov lewat kerjasama itu. Kita tidak mau memberikan hak kepada pihak swasta untuk berinvestasi, tapi mereka tidak memberikan keuntungan yang jelas bagi tegasnya lagi.

Giri menjamin, dengan Perda tentang aturan investasi yang jelas dan para investor memenuhi aturan tersebut, maka kesepakatan kerjsama dapat direalisasikan.

“Jika terealisasi, otomatis bisa menambah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel, itu tentu menjadi fokus kita. Seperti revitalisasi Pasar Cinde, sekarang investor sedang memenuhi persyaratan itu,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Ishak Mekki mengungkapkan,  terkait prosedur investasi, saat pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi supaya investor betul-betul paham bagaimana berinvestasi di Sumsel.

Menurut orang nomor dua di Sumsel, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi karena terdapat banyak faktor yang mendukung seperti daerah Sumsel yang bebas konflik, infrastruktur yang cukup mendukung, Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, pun secara geografis letak Susmel cukup strategis.

“Perizinan juga kita mudahkan. Presiden Jokowi menginstruksikan agar pembangunan itu jangan hanya bergantung pada Anggaran Pendapatn dan Belanja Negara (APBN), namun juga dari swasta atau investor. Itu kita dimulai dari kemudahan perizinan dahulu,” katanya.

Senada denagn yang dismapaiakn Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda, menurut Ishak, jika investor melengkapi persyaratan yang ditentukan Pemprov, maka surat izin investasi akan segera dikeluarkan.

“Kerjasama itu harus menguntungkan kita. Untuk Sumsel, proyek terbesarnya tentu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api. Kalau itu terwujud, ekonomi akan bangkit, tenaga kerja akan sangat banyak terserap. Itulah tujuan investasi kita,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait