PALEMBANG — Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (pemprov Sumsel) mengupayakan pembangunan tanpa merusak lingkungan dengan menggelar pertemuan bersama the international center research in agoforestry (ICRAF) dalam rangka menyusun strategi pertumbuhan ekonomi hijau (green growth plan).

Country Coordinator ICRAF, Dr. Sonya Dewi mengatakan saat ini rencananya akan membuat green strategi untuk green growth plan di Sumsel 10-20 tahun ke depan di Sumsel. ” Apa saja yang dapat dilakukan?, Bagaimana kita bisa mencoba melihat kebutuhan lahan yang dicocokkan dengan suplai lahan yang ada?,” katanya.

Karena kebutuhan lahan ini banyak diperlukan dari berbagai pihak, sambung Sonya Dewi, jadi hal yang diinginkan yang pertama adalah sustainable economic growth, kedua adanya kemerataan terhadap inklusifitas masyarakat dan semua pelaku ekonomi,ketiga reseleance, keempat adanya pembangunan rendah emisi, dan terakhir lingkungan dapat memberikan jasanya atau fungsi sebagaimana yang diperlukan dan diinginkan. “Gubernur menekankan perlu adanya kepemimpinan yang bukan hanya di tingkat provinsi tetapi juga di kabupaten,”

Ditambahkannya, Saat ini masih dalam tahap membuat rencana atau konkret stepnya dan menjaring jaringan kerjasama dari semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan perangkat sektor yakni pelaku ekonomi. “Nanti akan kita undang untuk mencari bagaimana aspirasinya dan pendapat mereka,” jelas Sonya Dewi.

Konkret plan ini akan terbentuk berdasarkan data yang sahih dan pendapat dari semua pihak termasuk masyarakat yang nantinya akan diramu menjadi sebuah skenario pembangunan. “Kita modelkan dengan metode scientific, dicari kalau metode ini dijalankan kira kira dampaknya ke depan seperti apa? baik untuk performance ekonomi baik lingkungan. Gimana apakah nanti akan banyak banjirnya? Gimana emisinya kita akan tambah banyak? apakah income masyarakat bertambah?,” jelasnya.

Sonya mengatakan, pengumpulan data butuh waktu kira- kira sebulan. “Nanti kita plotkan hingga pertengahan september, kita nggak mulai dari nol karena sudah ada data-datanya. Kita kumpulkan dan sudah banyak mitra-mitra dari Sumsel plus data dari pemerintah juga ada serta data kita sendiri dari Citra Satelit,” ungkapnya.

Diakui sonya, di Indonesia ini merupakan strategi pertumbuhan ekonomi hijau buang pertama dalam level provinsi. “Mudah- mudahan menjadi model karena kalau untuk tingkat provinsi baru pertama tetapi kalau nasional sudah ada,” tutupnya. (juniara)

Related Post