Palembang – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Sumsel, Drs. Iwan Gunawan Syaputra, M. Si mengungkapkan pihaknya siap jika Sumsel dipercaya menjadi penyelenggaraan Rakor Protokol se Indonesia. Hal itu dikatakannya saat menghadiri Rakor Bidang Keprotokolan se Sumsel di hotel Arista, Senin (3/12).

“Sebelumnya memang belum ada penyelenggaraan seperti ini. Namun intinya tugas-tugas protokol adalah untuk melayani pimpinan, etalase pimpinan. Jadi orang melihat pimpinan itu dari protokolnya dulu,” ujar Iwan.

Meski sudah menjadi tugas sehari-hari, namun diakui Iwan kadang-kadang dalam implementasinya di lapangan terkendala hal-hal yang tidak satu visi tidak satu misi. Hal ini dikarenakan melayani pimpinan itu masih berpatokan dengan selera padahal kita ada payung hukumnya.

” Undang- Undang nomor 09 tahun 2010 tentang keprotokolan itu mengatur tiga hal tata cara, tata tempat, dan tata penghormatan, artinya bagaimana memperlakukan pejabat negara sesuai porsinnya. Hari ini kita bertemu se Provinsi Sumsel ini untuk menyamakan persepsi bagaimana melayani pimpinan yang benar,” tambah Iwan.

Tak sampai disini saja, Iwan mengaku akan terus mengkoordinasikan hal ini ke depan. Bahkan bila memang memungkinkan dan disetujui, dia berencana membawa agenda rakor protokol se- Indonesia di Palembang.

“Kedepan kita juga akan kita undang baik Humas maupun Protokol BUMN Ilmu protokol ilmu praktis. Protokol prinsip tidak boleh salah. Kedepan ini bisa kita perbaiki dan insha Allah setiap tahun diadakan kegiatan. Kedepan pula akan diadakan rakor kabag humas se Sumsel menyamakan persepsi se Sumsel,” tambahnya.

Rakor tersebut dihadiri 70 orang yang dari 85 peserta yang ditargetkan. Dalam Rakor itu juga dibahas mengenai mekanisme koordinasi dan networking.

Asisten III Bidang Administrasi & Umum, Edward Juliarta saat membuka rakor tersebut menyatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah ujung tombak dalam memberikan pelayanan, pemberdayaan kepada masyarakat yang dimana sesuai dengan dasar tujuan negara. Apalagi bidang protokol dan humas sebagai garda terdepan yang berhubungan langsung dengan kepala negara/daerah/instansi vertikal pemeritah dan lainnya.

Dalam materinya yang bertema “Membangun kepemimpinan zaman now” Edward menambahkan, ASN harus menjadi ASN masa kini yang sebab ASN merupakan barometer, dimana baik atau tidaknya suatu negara itu juga tergantung dengan ASN.

“Negara itu, tergantung ASN, kalau ASN baik, maka negara ini baik, begitupun sebaliknya, baik itu attitude, kinerja, dan lainnya, Maka dari itu, Pns zaman now harus serius sakti dan ini yang menjadi “keyword,” pungkasnya. (ADV)

Artikel Terkait