Terus tertundanya pelaksanaan Pra PON sepakbola wilayah Sumatera yang saat ini digelar di Bangka mendapat tanggapan dari Asprov PSSI Sumsel. Meski mengaku belum akan menarik seluruh pemain dari ajang ini, namun penundaan ini dirasakan sangat merugikan seluruh tim yang sudah sejak lama mempersiapkan diri.

“Kalau ditanya apakah akan menarik seluruh pemain, rasanya belum sampai kesana dan kita masih terus menunggu keputusan akhir dari PB Porwil selaku penyelenggara. Namun  apa yang terjadi saat ini sangat kami sesalkan karena sejauh ini belum ada kepastian soal kapan pertandingan akan digelar,” ujar sekjen Asprov PSSI Sumsel, Augie Bunyamin saat dihubungi Kamis (12/11).

Kacaunya pelaksanaan Pra PON wilayah Sumatera sendiri sudah terlihat saat wasit asal PSSI dilarang memimpin pertandingan oleh tim transisi yang hadir di Bangka. Tim bentukan Menpora itu sendiri memang membawa wasit sendiri yang dipersiapkan untuk menggantikan dan memimpin pelaksanaan pertadingan.

Technical meeting yang awalnya akan digelar pada Rabu (11/11) malam akhirnya ditunda pada Kamis (12/11) pagi karena kisruh tersebut. Namun setelah ditunggu dari jam 9 pagi, para perwakilan 9 Asprov PSSI Sumatera akhirnya harus kembali kecewa karena tidak ada satupun panpel yang hadir.

TM pun kembali diundur pada siang hari dan kemudian harus mengalami penundaan karena belum ada keputusan mengenai pelaksanaan pertandingan. “Sesuai protap, TM itu harus dihadiri wasit, perangkat pertandingan, medis atau keamanan. Tim peserta juga harus dijelaskan mengenai teknis pertandingan seperti durasi pertandingan, regulasinya dll. Tapi ini tidak ada sama sekali,” jelas Augie.

Selain itu, dirinya pun berharap jika pertandingan kembali dilanjutkan maka wasit yang memimpin haruslah mempunyai kualitas yang baik. “Mutu pertandingan juga ditentukan oleh kepempimpinan pengadil di lapangan dan kami berharap wasit asal PSSI yang bertugas. Karena kita tahu mereka punya kualitas yang baik,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya sendiri mengaku masih menunggu pertemuan antara KONI, Tim Transisi dan PB Porwil terkait masalah ini. “Tadi ketua KONI, Tono Suratman juga sudah tiba di Bangka untuk khusus menyelesaikan polemik ini. Dari Sumsel sendiri sikap kami tetap menunggu dan berharap pertandingan tetap melibatkan perangkat asal PSSI,” pungkasnya.

Kejadian menarik juga sempat terlihat saat bus Asprov PSSI Sumsel dilarang berjalan selama di Bangka. Pasalnya pihak tim transisi keberatan dengan logo PSSI yang dipasang di bus dan mengajukan permintaan agar logo tersebut ditutupi agar dapat beroperasi mengantar pemain selama di Bangka.

Artikel Terkait