Palembang- Provinsi Sumatera Selatan menjadi yang pertama memiliki kepengurusan Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) di Indonesia yang merupakan wadah pembinaan olahraga orienteering yang kepengurusannya berasal dari sipil.

Hal ini tertuang dalam audensi pengurus FONI Provinsi Sumsel, diantaranya Pembina FONI Sumsel yang juga merupakan Katopdam II Sriwijaya Kolonel Ctp Ir. Muhidi, Ketua Umum FONI Sumsel, Belman Karmuda, Sekjen FONI Sumsel,Bambang Fahidin, dan pengurus lainnya dengan Wakil Gubernur Sumsel Ir. H. Ishak Mekki, di Griya Agung Palembang, Rabu (28/3).

Orienteering merupakan cabang olahraga lintas medan tindak kendali dengan dibantu peta dan kompas, cenderung dilaksanakan di alam bebas yang menantang dan membutuhkan kemampuan serta keterampilan bernavigasi menggunakan peta dan kompas. Olahraga ini sudah sangat terkenal di dunia terutama di negara Eropa Timur.

Dalam pertemuan ini, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengatakan, Pemerintah Sumsel sangat menyambut baik dengan terlah terbentuknya kepengurusan olahraga Orientering di Sumsel. Ishak mengharapkan, dengan kepengurusan ini dapat menjadikan Sumsel sebagai daerah percontohan olahraga Orienteering di Indonesia.

“Kita akan mensuport penuh olahraga ini, dan menyambut baik akan dilaksanakannya pengukuhan kepengurusan FONI Sumsel,” ujarnya.

Pembina FONI Sumsel Kolonel Ctp Ir. Muhidi mengatakan, Orientering merupakan olahraga yang identik dengan militer dan sudah ada beberapa kepengurusan FONI di Provinsi lain, namun keseluruhannya hanya dari militer dan belum ada kepengurusan sipil. Di Sumsel, kata Muhidi, menjadi yang pertama terbentuknya kepengurusan FONI dari sipil dan diyakini akan menjadi percontohan bagi provinsi lain di Indonesia.

“Awalnya olahraga orientering ini berada di kalangan militer, Presiden FONI Nasional saat ini yakni Kolonel Inf. Kunto Arief Wibowo yang juga Danrem 044 Gapo,” terangnya.

Sementara, Ketua Umum FON Sumsel Belman Karmuda mengatakan, kepengurusan FONI Sumsel ini sudah terbentuk sejak Januari lalu dan menjadi yang pertama di Indonesia dan dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan acara pengukuhan kepengurusan FONI Sumsel.

“Kita bertekan Sumsel menjadi percontohan olahraga Orienteering di Indonesia, apalagi ini olahraga prestasi dan sudah menjadi cabang yang dipertandingkan pada Olimpiade,” ungkap Belman karmuda.

Untuk diketahui, olahraga Orienteering ini dilakukan pada daerah yang belum dikenal sebelumnya, baik berupa alam bebas, pedesaan maupun perkotaan. Lebih dari sebuah olahraga biasa, orienteering memadukan berbagai aspek antara keselarasan berfikir, kecepatan, dan kekuatan fisik.

Peserta akan diberikan sebuah peta dan kartu kontrol. Peta digambarkan oleh sebuah lintasan orienteering yang terdiri dari start, titik-titik kontrol, dan finish serta deskripsi kontrol. Di medan sebenarnya, setiap titik kontrol yang dikunjungi peserta ditandai dengan bendera kontrol sebuah penanda atau menandai setiap lokasi yang harus dikunjungi atau temukan.

Untuk membuktikan bahwa telah menemukan kontrol, peserta menggunakan sebuah alat penusuk atau orienteering punch device yang digantungkan pada bendera kontrol untuk menandai kartu kontrol yang dibawa. Rute di antara kontrol-kontrol di medan sebenarnya tidak ditentukan, dan sama sekali terserah kepada peserta untuk memilihnya. Unsur pemilihan rute dan kemampuan bernavigasi adalah esensi dari orienteering. (rill)

Artikel Terkait