PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan masuk ke dalam 16 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang berada di zona baik (hijau) dalam pelayanan publik sesuai UU nomor 25 tahun 2009. Meskipun demikian, masih ada 6 kabupaten/kota di Sumsel yang berada di zona sedang (kuning).

Anggota Ombudsman Bidang Ekonomi, A. Alamsyah mengatakan untuk meningkatkan pelayanan publik agar seragam berada di zona baik (hijau), pihaknya mengadakan workshop pendampingan penerapan hasil kepatuhan standar pelayanan publik yabg berlangsung di hotel Aryaduta Palembang, Rabu (12/04).

WhatsApp Image 2017-04-12 at 12.02.48

(sumber foto: laskarwongkito.com)

Kegiatan yang diikuti boleh SKPD terkait dari berbagai daerah di Sumsel, Lampung, Jambi dan Bengkulu ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya.

“Kita harapkan setelah adanya workshop pendampingan ini, semua pihak terkait dapat mendorong dan menerapkan pelayanan publik sesuai standar yang telah ditentukan,” kata Alamsyah.

Dijelaskannya, proses penilaian publik saat ini sudah berjalan dimulai dengan diadakannya workshop pendampingan agar penyelenggara pelayanan publik bisa paham dalam memberikan pelayanan publik.

“Proses penilaian mulai dari April hingga Oktober, kita mulai dengan mengadakan Workshop dan Agustus sudah mulai survei,” jelasnya.

Sementara, Plt Sekretaris Daerah provinsi Sumsel Joko Imam Santoso mengungkapkan, secara keseluruhan Sumsel masih masuk dalam kategori zona hijau yang artinya Sumsel sudah memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat.

Namun lanjut Joko meski sudah masuk dalam kategori zona hijau pihaknya tidak langsung berpuas diri dan berupaya untuk terus meningkatkan penilaian standar pelayanan lebih tinggi.

Karena diakui Joko, meskipun Sumsel sudah masuk dalam kategori baik, namun masih ada 6 Kabupaten/Kota yang masuk dalam kategori zona kuning atau tingkat kepatuhan sedang yaitu Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, OKU dan OKI.

“Artinya kepatuhan pelayanan di sana yang belum sesuai dengan standar penilaian pelayanan, sehingga ini perlu didorong agar segera meningkatkan nilainya,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait