PALEMBANG — Upaya untuk meningkatkan kompetisi Ahli ketenagalistrikan untuk bersaing dengan negara lain dalam masyarakat ekonomi Asean terus dgiatkan oleh Ikatan Ahli Teknik Ketenagalistrikan Indonesia (IATKI).

Dikatakan, Ketua Dewan Pengurus IATKI Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Prof . Dr. Ir H. Hazairin Samaulah, program utama dari IATKI Sumbagsel adalah memperbanyak tenaga ahli teknik ketenagalistrikan memiliki sertifikasi kompetensi melalui lembaga sertifikasi kompetensi.

“Inilah lembaga yang nanti akan berfungsi mensertifikasi tenaga-tenaga listrik diberbagai bidang. Baik di bidang pembangkit listrik, distribusi dan tanrsmisi serta distribusi,” ujarnya.

Dijelaskan Hazairin, dengan adanya sertifikasi, tenaga ahli teknik ketenagalistrikan mempunyai nilai tawar yang lebih untuk bekerja dan juga merupakan keuntungan bagi PLN karena memliki pekerja yang berkompeten dan dapat bersaing dengan negara lain.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPW IATKI, Heri Liamsi, S.T, M.T, mengungkapkan, di provinsi Sumsel tenaga ahli teknik ketenagalistrikan yang memiliki sertifikasi kompeteisi hanya mencapai angka 30 persen.

“Tentu ini masih sangat minim sekali, oleh karena itu, persoalan ini menjadi fokus kita kedepannya untuk memperbanyak tenaga ahli yang memiliki sertifikasi kompetensi,” ujarnya optimis.

Sebenarnya, sambung Heri, tidak terlalu sulit dalam mengambil sertifikasi kompetensi, cukup dengan memenuhi persyaratan dan data yang akan diajukan pada lembaga sertifikasi kompetensi untuk diujikan, setelah itu baru akan menghadapi rangkaian tes secara lisan, tertulis serta tes observasi yang menentukan kompeten atau tidak seorang tenaga ahli teknik ketenaglistrikan.

Ditargetkan Heri, Hingga akhir 2017 mendatang, Sumsel bisa mencetak tenaga ahli teknik ketenagakerjaan yang mencukupi kebutuhan. “Sampai akhir 2017 akan kita adakan tes secara marathon, karena memang tidak ada jadwal khusus untuk melakukan tes kompetensi. Semoga saja target kita tercapai,” singkatnya. (juniara)

RelatedPost