PALEMBANG — Keberhasilan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam mencegah kebakaran hutan lahan (karhutla) pada 2016 lalu tak lantas membuat Sumsel berpuas diri.

Apalagi musim kemarau pada tahun 2016 diprediksi akan berlangsung lebih panjang dari pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel menggelar Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Griya Agung, Sabtu (18/02).

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin yang bertugas sebagai inspektur upacara mengatakan bahwa karhutla harus dicegah sedini mungkin. Pada pertengahan Febuari 2017 telah terpantau 11 titik api.

“Tetapi alhamdulillah sudah bisa dikendalikan, namun status Sumsel masih siaga karhutla,” ungkap orang nomor satu di Sumsel ini.

Dikatakan Alex Noerdin, keberhasilan Sumsel pada 2016 lalu turun cukup signifikan dari tahun 2015, hal ini terbukti dengan terkendalinya jumlah titik api (hotspot) yang berkurang sebesar 99,7 persen.

Namun, Alex menyebutkan keberhasilan itu bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan masih ada babak baru yang harus dihadapi, apalagi Sumsel akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asian Games 2018.

“Kita harus bekerja lebih ekstra lagi pada tahun ini, dan mempertahankan serta meningkatkan pencapaian kita kedepannya agar lebih baik lagi. Karena jika masih terjadi karhutla, Asian Games tidak akan bisa berlangsung tentu hal ini bukan yang kita harapkan,” jelas mantan bupati Muba dua periode ini.

Untuk itu Alex Noerdin mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah kebakaran. “Semuanya harus kita lakukan secara bersama-sama agar berhasil,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait