PALEMBANG — Hingga kini progress pembangunan Rumah Sakit Hewan di provinsi Sumatera Selatan telah mencapai 80 persen, tentunya banyak manfaat yang nantinya dirasakan masyarakat akan keberadaannya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus besar perhimpunan dokter hewan indonesia, Drh. RD. Wiwiek Bagja. Menurutnya, dengan adanya Rumah Sakit Hewan, bagi masyarakat yang menyukai merawat hewan untuk pangan atau sekedar hobi saja pasti memerlukan tenaga profesional dokter hewan.

“Jadi perencanaan Rumah Sakit Hewan provinsi dan layanannya merupakan satu langkah maju, apalagi di seluruh dunia saat ini masyarakat harus memikirkan keberadaan hewan hidup diantara manusia, apakah aman hewanya?, apakah hewan itu tidak mempunyai penyakit menular dari hewan ke manusia?,” jelasnya.

Jika berkaca dari Jakarta, sambung Wiwiek, orang yang menggunakani Monyet untuk pertunjukan topeng monyet sering semena-mena padahal penyakit dari kelompok primata Monyet atau Kera bisa menular ke manusia, itu harus ada orang mendeteksi,” urainya.

Oleh karena itu, masih kata dia, dibutuhkan Rumah Sakit Hewan yang memiliki laboratorium dan sumber daya manusia yang berkompeten. ” Termasuk nanti tugas dokter hewan untuk mengedukasi masyarakat tentang dunia hewan penyakit dan kesehatan,” tegas Wiwiek.

Tetapi, saat ini perkembangan Rumah Sakit Hewan masih diujicobakan, mulai di dalam kita Palembang dan nantinya akan berkembang ke kota lainnya. “Nanti kita lihat kok ada pertumbuhan petshop itu toko-toko yang menjual perlengkapan hewan kesayangan, berarti ada kebutuhan penyediaan. Nah Rumah Sakit hewan juga termasuk menyediakan seperti itu, jadi masyarakat mulai akan memperoleh pelayanan bertingkat,” paparnya.

Ditambahkannya, pelayanan akan dimulai dari hal terkecil, untuk permulaan dua dokter hewan dulu sudah cukup. Tetapi nantinya juga akan ditambah dengan pelayanan rawat inap. “Nanti mesti ditambah menjadi empat dokter dan selanjutnya seperti itu, dokter hewan relatif cukup atau tidak tergantung daerah, karena ada daerah yang padat hewannya ada juga daerah yang sedikit hewannya, jadi disini dokter hewan akan berkerjasama dengan berbagai sektor ,” jelasnya.

Selain itu, Rumah Sakit Hewan juga memberikan pelayanan medis bagi hewan yang yang mempunyai penyakit menular juga membuka pusat informasi kesehatan hewan, tak lupa layanan antar jemput untuk menjemput dan mengantar kembali hewan peliharaan ke rumah.

“Contohnya dipeternakan dokter hewan bekerjasama dengan sarjana perternakan, di dunia kebun binatang dokter hewan bekerjasama dengan sarjana biologi dan sarjana kehutanan serta hewan kesayangan juga kami fokuskan,” ungkapnya.

Sementara, Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin mengatakan pembangunan Rumah Sakit Hewan di Sumsel nantinya akan disampaikan pada Badan Layanan Umum (BLU). “Prosesnya kita jalani dulu, tetapi harus dikelola oleh SDM yang mumpuni dan kompeten, tidak harus PNS yang penting terlatih” tegasnya. (juniara)

RelatedPost