Meski berhasil menyelamatkan Sriwijaya FC dari kekalahan, namun Goran Ljubojevic mengakui penampilannya saat melawan PMS Makassar (11/4) sore di stadion Andi Mattalatta Mattoangin masih banyak kekurangan. Menurutnya, gol yang dicetaknya tersebut memang sangat penting bagi tim karena mampu menyamakan kedudukan, tapi secara umum Goran menjelaskan performa dirinya masih perlu ditingkatkan.

“Saya cetak gol, tapi sangat lemah mengontrol bola. Kemudian tidak ada peluang yang saya ciptakan melalui tendangan, saya fair mengaku bahwa melawan PSM ini bola-bola bawah menjadi kekurangan saya,” jelasnya usai pertandingan. Namun pemain asal Kroasia ini sendiri menjelaskan bahwa dibandingkan laga sebelumnya, seluruh tim mampu memperbaiki performa dan kekompakan dalam bermain.

“Melawan Semen Padang lalu, saya hanya mendapat dua umpan silang selama pertandingan. Padahal Ferdinan atau Tibo dan Patrick adalah pengumpan-pengumpan handal, kami harus lebih bermain sebagai tim, hari ini SFC juga menunjukkan ketenangan dan tidak panik saat terus tertinggal, tapi kedepan kita yang harus lebih dulu memimpin karena peluangnya ada,” tambahnya.

Sebelum bertolak ke Makassar, Goran sendiri sempat gusar karena mendapat kritik tajam usai laga melawan Semen Padang dan dianggap menjadi titik terlemah di dalam tim. “Saya tidak anti kritik, namun harus secara fair. Di kondisi saat ini, masukan harus disampaikan untuk kemajuan dan membangun tim bukan untuk menghakimi satu individu,” tegasnya.

Sementara itu, Morimakan Koita mengaku juga senang dapat menyumbangkan gol bagi SFC di laga melawan PSM Makassar. “Ini laga yang berat karena lawan bermain sangat cepat dan didukung suporter fanatiknya. Meski bermain dari bangku cadangan, tapi saya mencoba untuk menikmati permainan, jika lebih tenang sebenarnya saya juga ada peluang untuk menambah gol dan menyumbang assist, sayang belum berhasil. Tapi secara keseluruhan penampilan saya meningkat dan mulai memahami gaya bermain rekan yang lain,” ujar pemain asal Mali ini.

Artikel Terkait