Sikap tanggung jawab ditunjukkan legiun asing Sriwijaya FC, Alberto ‘Beto’ Goncalves di masa libur lebaran kali ini. Pemain asal Brasil ini memang sempat mengalami kesulitan mendapatkan tiket pulang ke Palembang dan terpaksa melewatkan sesi latihan perdana yang digelar, Minggu (10/7) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Namun sebagai gantinya, eks pemain Persipura ini pun tetap menjaga kondisi dan menggelar latihan fisik di pantai Kuta Bali, lokasi yang dipilihnya sebaai tempat tujuan wisata selama masa liburan lebaran ini. “Saya tetap harus berlatih dan tidak boleh ketinggalan dari pemain yang lain, kebetulan disini juga ada Keith Kayamba, pelatih fisik SFC yang tengah berkumpul bersama keluarganya dari Australia,” ungkap pemain yang sudah menyumbangkan 3 gol untuk laskar wong kito di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini.

Program fisik yang disiapkan oleh Kayamba pun dilahap Beto dengan cukup antusias. “Tadi saya berlari di pantai, push up dan menjalani program lain yang sudah disiapkan. Ini harus saya lakukan karena teman-teman di Palembang juga sudah bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi Semen Padang nanti, selama masa libur kemarin pun kami semua juga mendapat tugas menjaga kebugaran dan mengontrol pola makan,” tambahnya.

Selain itu, Beto pun menyempatkan diri melakukan olahraga voli pantai bersama kompatriotnya asal Brasil yang juga banyak menghabiskan waktu selama libur lebaran kali ini di Bali. “Saya bermain bersama Gomes De Oliviera dan Osvaldo Lessa, dua pelatih asal Brasil yang kini menangani Madura United. Bermain voli pantai dengan menggunakan aturan seperti sepakbola cukup baik agar kita tidak kehilangan sentuhan selama libur ini,” tegasnya.

Menurutnya, fisik yang prima merupakan salah satu kunci keberhasilan SFC bertengger di papan atas dan bersaing di jalur juara kompetisi TSC musim ini. “Sejauh ini kemampuan fisik tim SFC cukup baik dan kami mampu bermain konstan selama 90 menit pertandingan. Dan itu harus terus terjaga hingga akhir musim nanti,” ujar ayah dari 2 putri ini.

Beto pun menuturkan, sulitnya mencari tiket ke Palembang membuat dirinya harus memutar otak dan terbang hingga ke Batam terlebih dulu sebelum melanjutkan penerbangan kembali ke Palembang. “Luar biasa tradisi mudik di Indonesia, semua penerbangan penuh. Namun saya mengerti bahwa Idul Fitri memang momen yang ditunggu oleh setiap muslim untuk berkumpul dengan keluarga masing-masing. Walau harus cukup lama, yang penting saya bisa cepat ke Palembang kembali,” pungkasnya.

RelatedPost