Sriwijaya FC sukses mencuri poin dan memaksakan hasil imbang 1-1 saat bertemu Arema Cronus di leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2015, Sabtu (3/10) di stadion Kanjuruhan Malang. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Christian Gonzales di menit 53, laskar wong kito akhirnya sukses menyamakan kedudukan lewat tandukan kepala Wildansyah di menit 72.

Gol Arema Cronus sendiri sempat mendapat protes keras dari manajer SFC, Robert Heri yang juga hadir langsung di lapangan. “Saya melakukan protes karena sesuai aturan, di kotak 3,5 meter penjaga gawang tidak boleh mendapat gangguan apalagi dorongan,” keluhnya. Namun dirinya bersyukur para pemain SFC tidak panik setelah gol tersebut dan tetap fokus bermain.

Pelatih SFC, Beny Dollo saat jumpa pers enggan membahas insiden tersebut dan menegaskan dirinya hanya akan fokus ke persiapan untuk leg kedua yang dimainkan 11 Oktober nanti. “Soal gol Arema, no comment. Karena di dalam sepakbola, hal seperti ini biasa terjadi dan wasit punya pandangan berbeda soal kejadian tadi. Saya sudah melatih selama 33 tahun dan sudah biasa melihat kejadian seperti itu,” ungkapnya. Menurutnya, meski meraih hasil imbang dan mencetak gol tandang, namun pertandingan belum berakhir. “Masih ada 90 menit tersisa yang harus dimainkan, tentu akan menjadi bumerang jika kami sudah merasa aman dengan skor ini, leg kedua yang akan menjadi penentuan. Tetapi bagi saya, Arema tetaplah tim kuat dan besar, punya kualitas baik individu atau tim. Jadi SFC harus waspada,” tegasnya.

Sementara itu, Wildansyah mengaku bersyukur dapat kembali mencetak gol untuk SFC di stadion Kanjuruhan. “Ini saya persembahkan untuk masyarakat Sumsel dan pecinta SFC, saya beruntung bisa bikin gol lagi. Namun semua ini berkat kerja keras seluruh pemain,” ungkap eks pemain PBR ini yang sudah menyumbangkan 2 gol di ajang Piala Presiden ini. Terkait leg kedua, dirinya mempunyai harapan agar laga dapat dimainkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring seperti biasa. “Tentu jika boleh memilih, kami inginnya tetap di Palembang karena butuh dukungan dari suporter. Tapi jika kondisi alam dan kabut asap masih pekat, tentu kami harus menerimanya. Dimanapun laga leg kedua dimainkan, SFC akan siap,” ujar Wildan.
Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo mengaku hasil imbang yang diterima anak asuhnya cukup merugikan. “Tidak dapat dipungkiri bahwa kehilangan banyak pemain di lini tengah sangat berpengaruh, Sukadana yang kami harapankan mampu menggantikannya juga terkena cedera. Ini adalah hasil maksimal dan semua pemain sudah bekerja keras,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil Gethuk ini juga menyentil persiapan timnya sebelum laga yang banyak terganggu kendala non teknis. “Sebelum leg pertama, semua sudah memikirkan pertandingan leg kedua, venuenya dimana atau final. Tentu kita tidak boleh takabur dan sebenarnya saya sudah katakan ke mereka bahwa tidak mudah untuk mengalahkan SFC kedua kalinya,” ujarnya. Namun dirinya mengakui tetap ada hasil positif yang dapat dipetik di laga ini. “Mereka belajar dan harus kerja keras di leg kedua nanti. Saya juga senang nanti tidak ada pemain Arema yang harus absen lagi, semua bisa bermain dan kami akan full team. Kedepan kami tidak akan mengomentari hal lain dan fokus ke pertandingan saja,” pungkasnya.