KARAWANG — Laga uji coba antara Persika Karawang melawan Sriwijaya FC, Kamis (30/3) sore di stadion Singa Perbangsa menjadi partai emosional bagi Suimin Diharja. Pelatih asal Medan yang menjadi arsitek Persika Karawang memang pernah menjadi bagian di awal perjalanan laskar wong kito pasca dibeli dari Persijatim di tahun 2005 lalu.

“Saat itu, abang diminta melatih SFC yang tengah di jurang degradasi. Namun dengan kerja keras bersama-sama, syukur alhamdullilah kami bisa lolos di akhir musim. Bahkan jika hitungannya hanya di putaran kedua, maka poinnnya bisa masuk papan atas,” ungkapnya saat ditemui usai pertandingan.

Menurutnya, meski hanya melatih selama 2 musim, namun banyak kenangan manis yang didapatnya selama di Palembang. “Sebelum melatih SFC, anggapan abang itu kota yang keras, banyak kriminal dan sebagainya. Tetapi selama 2 tahun itu, abang justru nyaman sekali dan tidak mendapat sedikitpun perlakuan jahat. Bahkan parkir pun tidak pernah ditarik karena katanya pelatih SFC,” kenangnya.

Suimin juga mengaku cukup dengan kelompok suporter SFC saat itu. “Bahkan abang sampai diangkat menjadi ketua korwil suporter di daerah Mess Pertiwi Sekip, tempat pemain SFC dulu di Palembang dan dibuatkan KTA juga,” tambahnya.

Kini meski sudah tidak melatih di SFC, Suimin berharap tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini mampu terus menjaga nama besarnya. “Abang walau sebentar namun bangga pernah melatih SFC, kini kenyamanan yang sama juga abang temukan di Karawang hingga tanpa terasa juga sudah 3 musim disini,” tegasnya.

Terkait laga uji coba sendiri, pelatih yang terkenal dengan ciri khas topi pet ini menyebut bahwa anak asuhnya memang kalah kelas dari Yu Hyun Koo dkk. “Di babak pertama mereka masih bermain disiplin dan mampu meredam pergerakan lawan. Tapi di babak kedua seolah hanya diam terpaku melihat nama besar SFC,” tambahnya.

Di laga ini pihaknya juga menyebut mendapat beberapa pelajaran berharga guna persiapan kompetisi Liga 2 mendatang. “Terutama sayap kanan dan kiri yang perlu perbaikan, kemudian ada penambahan di sektor itu. Kami kalah kelas dan pemain SFC pintar memaksakan kelemahan Persika, semua gol lahir dari proses yang sama,” pungkasnya. (Dedi)

Artikel Terkait