PALEMBANG — PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) selalu siap stok pupuk yang dibutuhkan petani. Berbicara pada Forum Komunikasi Perpupukan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (23/5), M Nasir Perwakilan PT Pusri Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba) dan Palembang mengatakan, “PT Pusri selalu menyediakan stok untuk pendistribusian pupuk kepada para distributor dan pengecer di setiap daerah yang ada di Sumatera Selatan.”
Menurut Nasir, saat ini PT Pusri telah menyediakan sistem online untuk mendapatkan stok pupuk, tanpa harus meng-copy dokumen terlebih dahulu. “Tetapi walaupun online masih tetap melayani permintaan pengecer. Untuk pengecer yang ada di setiap desa harus memiliki SIUP dan gudang penyimpanan untuk stok pupuk,” katanya.
Di Sumsel ada 40 distributor yang yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. “Untuk pendistribusian pupuk sesuai dengan alokasi yang ada perbulan dan diberi kemudahan oleh Dinas Pertanian. Diberi keleluasaan menebusnya kebutuhan pupuk masih disediakan 20 % dari pemerintah,” ujar Nasir.
Walau penyaluran pupuk dari PT Pusri selalu siap stok pupuk di gudang, namun menurut Nasir dari sisi permintaan ada penurunan permintaan pupuk dari distributor karena perubahan iklim. “Penebusan pupuk dari tahun ke tahun terus menurun antara 30 persen hingga 40 persen dalam penyaluran pupuk,” katanya.
Sementara itu wakil dari Kementrian Pertanian, Lankas Silaban dari Direktorat Pupuk Dan Pestisida, Kepala Sub Bidang Pengawasan Pupuk dan Pestisida menjelaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pendukung ketahanan nasional.
“Pupuk memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan hasil produksi. Untuk mengantisipasi anjloknya permintaan pupuk maka pemerintah mengadakan pupuk subsidi dan non subsidi. Jika pupuk subsidi disetop maka produksi akan anjlok,” katanya.
Lankas Silaban juga menegaskan, “Saat ini banyaknya orang kreatif, salah satu contohnya menciptakan pekerjaan sendiri, banyak orang kreatif dengan memalsukan pupuk asli yang beredar di pasaran.” (tari)

Artikel Terkait