PALEMBANG — Pasca ditetapkannya status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyiagakan 5.300 personil yang siap turun ke lapangan untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla.

Pasukan tersebut terdiri dari anggota TNI, Polri serta Manggala Agni yang siap memantau dan memadamkan titik-titik api. Apalagi, Menurut Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin, bahwa tahun ini musim kemarau bakal lebih panjang dibanding tahun sebelumnya dan diperkirakan titik-titik api bisa lebih banyak.
“Kemarau ini bisa lebih panas, kita harus cepat bersiaga karhutla”, ungkapnya.

llAlex mengatakan dirinya telah menandatangi Surat Keputusan (SK) mengenai siaga karhutla. Oleh karena itu, untuk apel siaga karhutla segera mungkin dilaksanakan dengan melibatkan seluruh jajaran pasukan.
Dijelaskan orang nomor satu di Sumsel ini, dengan adanya SK penetapan status siaga tersebut, maka secara otomatis upaya pencegahan dan penanganan karhutla bisa segera dimulai.

“Suratnya sudah saya tanda tangani tinggal pelaksanaannya saja”, ungkapnya.
Alex juga menghimbau, untuk daerah kabupaten/kota agar tetap waspada dan segera mengambil tindakan jika ada titik api yang muncul, terutama daerah-daerah yang pada 2016 terjadi karhutla.
“Untuk Kabupaten/Kota sudah dari dulu saya imbau untuk pencegahan Karhutla ini,” tegas Alex Noerdin. (juniara)

Artikel Terkait