PALEMBANG — Meski saat ini posisinya berada di bawah tim lawan, namun Sriwijaya FC menatap laga melawan Arema FC, Jumat (20/10) sore di stadion Bumi Sriwijaya Palembang dengan nada optimis. Selain sedang dalam performa yang meningkat setelah berhasil menang di 2 laga terakhirnya, laskar wong kito juga punya catatan bagus setelah pindah kandang ke stadion yang terletak di jantung kota Palembang ini. Dari 2 partai yang sudah dimainkan di stadion tertua di Sumsel ini, Yu Hyun Koo dkk selalu berhasil memenangkan pertandingan plus mencatat clean sheet.

Pelatih SFC, Hartono Ruslan sendiri tidak menampik bahwa 2 kemenangan terakhir membuat anak asuhnya dapat sedikit bernafas lega karena jarak dengan zona degradasi menjauh. Namun dirinya menyebut partai melawan Arema sesungguhnya akan menjadi laga final dan bila poin penuh dapat diraih maka SFC baru dapat 100 persen dinyatakan aman.

“Tentu kami ingin meneruskan tren positif ini, berdasarkan hitung-hitungan poin 40 adalah zona aman degradasi dan SFC masih butuh 1 kemenangan lagi untuk mencapainya. Akan sangat bagus bila kami mengamankannya secepat mungkin dan melawan Arema nanti tentu targetnya adalah poin penuh,” ujarnya saat sesi pre post pressconference, Kamis (19/10) siang.

Pelatih asal Solo ini juga mengaku sangat  mewaspadai kebangkitan Arema yang belakangan kurang mendapat hasil positif. “SFC pernah di situasi yang sama saat kalah 4 kali beruntun, ketika itu seluruh pemain sangat terpacu untuk keluar dari periode buruk tersebut. Sekarang kami berharap kebangkitan Arema tidak akan terjadi di Palembang nanti. Waktu yang mepet usai pulang dari Serui membuat kami hanya bisa berlatih secara normal saja, simulasi bertahan dan menyerang untuk pertandingan nanti,” bebernya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Manda Cingi, gelandang enerjik milik SFC yang berharap tuah dari stadion Bumi Sriwijaya akan terus terjaga nantinya. “Dalam beberapa pertandingan, terutama pasca kemenangan beruntun atas Persija dan Perseru, membuat kepercayaan diri pemain bertambah. Kami juga seperti mendapat keberuntungan bila bermain di stadion Bumi, melawan Arema tidak akan mudah tetapi kami yakin bisa meraih poin penuh nantinya,” tekadnya.

Sementara itu, pelatih Arema Joko Susilo mengaku tidak gentar meski akan berhadapan dengan tim yang sedang menanjak performanya. “Bagi pemain Arema, setiap partai adalah final dan kami datang tidak ingin seri atau kalah, itu filosofi arek Malang yang selalu bekerja keras. Melawan SFC akan menjadi penebus atas hasil kurang baik sebelumnya, kami akan bermain untyk menang,” tegasnya. Selain kewajiban pribadi dan ke manajemen, Gethuk juga menyebut target kemenangan juga sebagai bentuk tanggung jawab mereka ke para Aremania.

Mantan pemain Arema ini juga menyebut absennya Beto di kubu SFC tidak akan terlalu berpengaruh nantinya. “Semua tahu kualitas Beto, tapi kami sadar penggantinya di SFC juga bagus seperti Airlangga atau Hilton. Rasanya tidak akan banyak pengaruh dan lini pertahanan SFC tetap harus waspada, yang jelas ini bukan sebuah keuntungan bagi kami,” ujarnya.

Pernyataan serupa dilontarkan Syaiful Indra Cahya, pemain bertahan Arema yang pernah berseragam SFC 2 musim lalu. “Dari sisi pemain cukup berbeda dengan musim lalu, kalau sekarang mungkin hanya lini belakang yang tidak terlalu padu bila dibandingan dengan TSC lalu, sementara lini serangnya tetap berbahaya. Saya pikir Airlangga Sucipto atau Rizky Dwi Ramadhana jika dimainkan mengganti Beto pasti akan punya motivasi ekstra dan kualitasnya juga tidak bisa dianggap remeh,” pungkasnya. (dedi)

Perkiraan susunan pemain :

SFC (4-2-3-1) Teja Paku Alam, Marco Mearudje, M Robby, Bobby Satria, Achmad Faris, Yu Hyun Koo, Manda Cingi, Tijani Belaid, Hilton Moreira, Nur Iskandar, Airlangga Sucipto

Cadangan : Sandi Firmansyah, Zalnando, Yanto Basna, Bio Paulin, Hapit Ibrahim, Ichsan Kurniawan, Rizky Dwi Ramadhana

Arema (4-2-3-1) : Dwi Kuswanto, Beny Wahyudi, Ahmet Atayev, Syaiful Indra, Alfarizie, Hendro Siswanto, Adam Alis, Juan Pablo Pino Dendi Santoso, Esteban Viscara, Christian Gonzales

Cadangan :Utam Rusdiyana, Junda Irawan, Marko Kabiay, Hanif Sjahbandi, Dedik Setiawan, M Rafli

Artikel Terkait