Sriwijaya FC akhirnya harus menerima kekalahan pertamanya musim ini setelah kalah dari tuan rumah Madura United dengan skor telak 3-0 , Sabtu (7/4) sore di stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan. Laskar wong kito sendiri memang harus kehilangan 1 pemainnya di laga ini setelah Mamadou Ndiaye diusir wasit Dodi Setia Purnama di menit 83 babak kedua usai menerima kartu kuning keduanya.

Pelatih SFC,Rahmad Darmawan menyebut keluarnya Ndiaye memang sangat berpengaruh ke jalannya pertandingan. “Hingga menit 70 permainan kami masih berjalan efektif, namun ada beberapa pemain yang cedera dan itu dimanfaatkan lawan untuk menekan. Sebelum kartu merah Ndiaye sebenarnya kami sudah ingin menarik keluarnya, tetapi terlambat dan gol pertama itu merubah segalanya,” jelasnya usai pertandingan.

Namun RD sendiri menyebut kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga untuk anak asuhnya. “Apapun hasilnya harus tetap positif, di pramusim lalu kami juga sempat kalah namun mereka bisa bangkit. Kali ini saya ingin merespon dengan hal yang sama,” harapnya.

Eks pelatih timnas Indonesia ini pun enggan menyalahkan anak asuhnya yang dianggap wartawan di ruangan preskon gagal meredam Bayu Gatra yang baru masuk di babak kedua dan memberikan warna yang berbeda. “Sebenarnya sudah kami antisipasi, namun tadi kami memang harus melakukan pergantian karena Alfin sudah beberapa kali mengalami perawatan dan dokter tim sempat mengatakan Alfin lupa ingatan. Saat kondisi normal, belum ada yang pemain yang keluar semua tidak ada masalah. Diusirnya Ndiaye membuat kami kehilangan pemain tinggi dan di kesempatan pertamanya langsung menghasilkan gol,” pungkasnya.

Artikel Terkait