Laskarwongkito-Salah satu acara istimewa bagi para pecinta kopi yakni Sriwijaya Coffee Festival akhirnya kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan. Berlangsung pada 10-11 September 2018, kali ini Pagaralam menjadi tempat acara. Gelaran event ini berlangsung tepatnya di tangga 2001 yang fenomenal di kaki Gunung Dempo.

Pagaralam sendiri selama ini memang dikenal sebagai kota dengan perkebunan teh yang luas dan indah. Namun belum banyak yang mengetahui kota ini rupanya memiliki potensi lain, yakni kopi.

Pagaralam merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Sumsel. Mayoritas jenis kopi yang dihasilkan adalah Robusta. Namun kopi robusta Pagaralam ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Padahal kopi ini sudah dikirim sampai Belanda, Jerman, dan Australia.

“Sriwijaya Coffee Festival bertujuan mengenalkan kota Pagaralam sebagai penghasil kopi Robusta terbesar di Indonesia,” ungkap Robby Afrizon, panitia acara Sriwijaya Coffee Festival.

Penggiat pariwisata Sumsel dari komunitas Forum Pesona Sriwijaya itu menambahkan, acara berlangsung sukses dan ramai. Antusiasme warga Pagaralam sangat mendukung keberhasilan acara.

Sriwijaya Coffee Festival 2018 menghadirkan banyak booth warung kopi dan jajanan lokal. Acara semakin meriah dengan penampilan pemain  musik tradisonal Sumsel.

Acara puncaknya adalah workshop yang dipenuhi oleh para pecinta kopi. Pengisinya adalah seorang barista profesional Iyan Muhazan dari Palembang.

Iyan Muhazan sangat menyambut baik Sriwijaya Coffe Festival 2018 ini. Ia merngatakan  acara seperti ini bisa mendorong warga Pagaralam untuk memperbaiki proses penyajian kopi agar nilai jualnya meningkat. (win)

Artikel Terkait