PALEMBANG — Hengkangnya beberapa pemain senior di akhir musim lalu membuat Sriwijaya FC kini harus mencari pemimpin baru di lapangan. Sosok Yu Hyun Koo akhirnya dipilih oleh pelatih laskar wong kito, Widodo C Putro sebagai kapten tim SFC saat turun di turnamen Piala Presiden Grup 4 yang digelar di stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, 7-18 Februari ini. Musim lalu, kabatan kapten SFC dipegang oleh Supardi yang sekarang sudah hengkang ke Persib Bandung.
Menurut WCP, dirinya memang sengaja memilih pemain asal Korea Selatan ini sebagai kapten baru SFC karena sejumlah alasan. “Dia pemain yang berpengalaman, selain itu juga punya karakter kepemimpinan baik saat bermain maupun diluar lapangan. Karena itu kami pilih sebagai kapten, namun sebenarnya ada juga pemain senior lain seperti Hilton, Beto, Mushafry atau M Ridwan yang juga bisa menjalankan peran itu,” ungkapnya saat ditemui di hotel Gran Livio Bali, Senin (6/2) sore.
Menurutnya, peran kapten di SFC kedepannya bisa saja digilir ke sejumlah pemain lainnya. “Namun tentu saya juga harus menanyakan ke pemain bersangkutan apakah bersedia, untuk pemilihan Yu Hyun Koo ini juga saya meminta saran kepada manajemen, tim pelatih dan seluruh pemain lainnya,” ujar pelatih asal Cilacap ini.
Sementara itu, Yu sendiri mengaku siap mengemban tanggung jawab sebagai kapten SFC di turnamen Piala Presiden 2017. Diakuinya, jabatan serupa pernah diterimanya saat masih bermain untuk Semen Padang beberapa tahun lalu. “Saya pernah jadi kapten di Padang selama 6 bulan atau separuh musim, tentu jika ditunjuk saya harus siap. Tidak ada perbedaan, namun mungkin saya harus lebih bisa memimpin rekan-rekan lain serta menjadi jembatan antara pemain dengan pelatih nantinya,” jelas gelandang pengangkut air ini.
Diakuinya, pasca ditinggal beberapa pemain senior, dirinya bersama legiun asing lainnya kini memang punya tugas ekstra yakni membimbing pemain lainnya yang mayoritas masih berusia muda. “Namun masih ada Mushafry dan M Ridwan juga yang senior disini, bagi saya SFC adalah salah satu klub besar di Indonesia yang tentu harus berprestasi setiap tahunnya. Jadi siapapun pemainnya harus terus semangat, menjadi kapten atau tidak nanti saya akan tetap bekerja keras dan memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Pemain senior SFC, TA Mushafry sendiri mengaku peran kapten di sebuah tim memang cukup vital. “Namun dalam pandangan saya tidak mesti kapten itu dari sosok pemain senior, jika pemain muda mampu dan mentalnya sudah siap mengapa tidak? Tetapi memang dalam beberapa kondisi senioritas tetap dibutuhkan, karena biasanya yang muda masih labil. Soal di lapangan, kapten juga punya tugas ekstra karena harus bisa memotivasi pemain dan tim secara keseluruhan jika dalam keadaan tertekan, jika Yu yang dipilih saat ini menurut saya juga tidak masalah, karena dia pemain pengalaman dan bisa menjadi contoh bagi anak muda mengenai disiplin serta profesionalisme seorang pesepakbola,” tambahnya.
Terpilihnya Yu Hyun Koo sebagai kapten tim SFC membuatnya menyusul jejak Carlos Renato Elias dan Keith Kayamba, 2 legiun asing yang juga pernah diserahi tanggung jawab serupa. (dedi)

Artikel Terkait