PALEMBANG — Setelah ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Buya Tholhon Abdul Rauf yang menunggal pada awal Februari lalu, untuk sementara ini Wakil ketua FKUB, Prof Amin Suyitno didaulat untuk menggantikan Buya Thohlon.

Amin Suyitno mengatakan, memang dalam sebuah organisasi setelah meninggalnya sang ketua perlu ada mekanisme pergantian pengurus yang normal maupun tidak normal.

“Nah yang ini termasuk yang tidak normal oleh kareba itu setelag melakukan musyawarah pengurus FKUB menunjuk saya memimpin FKUB sampai berakhir periode ini, oleh karena itu kami akan segera lakukan koordinasi dengan gubernur,” kata dia.

Sementara, Kepala Biro Kesra Provinsi Sumsel, Ahmad Nasuhi menilai untuk menggantikan sosok seorang Buya Tholhon harus mempunyai kriteria yang khusus minimal tidak saja mempunyai kepakaran di bidang masing-masing tetapi juga harus mampu berbau dengan umat beragama dan keberagaman etnis.

“Kalau meminjam istilah gubernur sulit menggatikan Buya Tholhon itu, karena itu kita akan mencari penggantinya butuh ketokohan luar biasa dengan lakukan rapat lintas agama ini untuk mendengar siapa yang cocok untuk memimpin FKUP,” jelasnya usai pembukaan Rapat Lintas beragama selasa (28/2) di graha Bina Praja.

Lebih panjut Nasuhi mengatakan, secara internal FKUB telah menunjuk Amin Suyitno untuk sementara memimpin FKUB, Nasuhi menilai bahwa perlu pendapat dari gubernur Sumsel yang mengetahui siapa yang paling cocok menjadi pemimpin FKUB.

“Iya itu masih harus di koordinasikan dengan gubernur Sumsel, atas usulan FKUB yang menunjuk Prof Amin Suyitno untuk memimpin FKUB namun hal itu mesti mendapat persetujuan dari unsur lainya, yaitu Kemenag, Kesbangpol, dan FKUB itu sendiri, duduk bersama untuk mencari sosok yang memang bisa bermitra,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait