PALEMBANG — Dalam rangka mempersiapkan kehidupan berdemokrasi pilkada 2017 dan 2018 serentak se-Indonesia perlu persiapan sebaik baiknya termasuk penyelenggara pemilu melalui seleksi calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Alex Noerdin dalam sambutannya yang dibackan oleh Asisten II Joko Imam Santoso dalam sosialisasi pendaftaran seleksi calon anggota KPU – Bawaslu untuk periode 2017-2022 di Auditorium Bina Praja, Kamis (06/10). Dikatakannya, dari kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan sosok-sosok penyelenggara pemilu yang profesional, berintegritas, kapabel dan akuntabel sehingga mampu meningkatkan kualitas pelaksana pemilu.

Sedangkan untuk daftar pemilu tetap (DPT), tambahnya, yang kerap kali menjadi permasalahan semoga kedepan tidak lagi menjadi komoditas politik.

” Untuk mewujudkan semua target itu, dibutuhkan penyelenggara pemilu yang handal, berintegritas tinggi serta memiliki kemampuan yang cukup di semua tingkatan. Disinilah penting tim seleksi dalam menyelenggarakan seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu,” urai Joko.

Ditambahkannya, dalam mempersiapkan pilkada serentak perlu melaksanakan langkah-langkah diantaranya meningkatkan koordinasi, keterpaduan, sinergitas antar aparatur pemerintah daerah, melaksanakan pemantauan politik di daerah, meningkatkan peran Satlinmas, pembentukan posko pemantauan, dukungan anggaran personil dan fasilitas kepada penyelenggara pemilu.

Selain itu, ia.juga berpesan kepada tim seleksi agar dalam mengambil keputusan hendaknya berpedoman pada aturan yang berlaku. Melaksanakan seleksi terbuka dan dapat dipertanggung jawabkan, serta calon anggota KPU dan Bawaslu yang diusulkan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. (juniara)

Related Post