PALEMBANG — Sebanyak 17 peserta perwakilan dari masing-masing Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumatera Selatan mengikuti contest mimbar demokrasi yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (Komludem) Sriwijaya bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel.

Contest mimbar demokrasi tersebut mengusung tema pendidikan politik dan demokrasi menjelang pilkada serentak 2018.

Ketua pelaksana contest mimbar BEM se Sumsel, Benhar Dwayri mengharapkan dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dapat bersinergi dengan KPU dalam melaksanan pemilu, apalagi mahasiswa bisa dikategorikan sebagai kaum intelek dan butuh pendidikan politik.

“Acara ini adalah event kedua kami (Kompuldem), dengan seperti ini kita harapkan ide mahasiswa untuk pemilu kedepan bisa lebih baik,” katanya saat disela acara kontes mimbar di aula KPU Sumsel, Senin (07/03).

Dikatakannya, 17 peserta akan diambil tiga besar, dimana tiga besar tersebut akan menjadi duta pemilu.

“Kita ambil tiga besar dan akan menjadi duta pemilu. Tugas mereka akan terjun langsung dan ikut mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat khususnya mahasiswa,” tambah dia.

Melalui kontes mimbar ini, lanjutnya, pihaknya berharap angka golput terhadap mahasiswa bisa menurun, ia juga mengatakan, untuk tingkat SMA akan diikut sertakan pendidikan pemilu. Ini lah disebut pendidikan politik awal. “Kita juga berharap dengan seperti ini angka golput terhadap mahasiswa bisa menurun dan juga untuk anak SMA agar lebih mengenal lagi tentang pemilu,” ucapnya.

Sementara, Kepala KPU Sumsel, Aspahani mengatakan, sebagai motivasi kepada mereka, pihaknya akan minta kepada mereka (mahasiswa) untuk aktif dalam pemilu pemula.

“Peranan mahasiswa sangat besar, saya butuh mereka terhadap kandidat yang baik. Jadi kita berharap dengan kontes mimbar ini bisa mengurangi angka golput dikalangan mahasiswa,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo juga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu yang diinginkan pemerintah provinsi dalam bidang pendidikan, sebagai langkah sosailisasi mengenai pemilu pemula

“kita kekurangan 12 ribu pemili pemula untuk tingkat SMA dikelas XI dan XII se Sumsel. Jadi kita berharap dengan seperti ini bisa diperluas jangkauannya,” terangnya.

Pihaknya mengatakan, untuk SMA ada mata pelajaran PPKN jadi demokrasi bisa dimasukkan dalam pelajaran tersebut, “Jadi jangan teks book tapi lihat konteknya, untuk tahun depan akan ada pemilu, nah dimanfaatkan itu untuk praktek nyata seperti mengamati, terlibat langsung, atau menjadi pemantau,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait