Meski dalam perkembangan terakhirnya terkuak bahwa penyelenggaraan turnamen Piala Presiden merupakan even independen dan tidak terlibat program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) maupun PSSI, namun hingga saat ini manajemen Sriwijaya FC belum memutuskan sikapnya, apakah mengikuti atau absen dalam perhelatan tersebut.

“Fokus kita saat ini masih dalam persiapan laga eksebisi antara Sriwijaya FC melawan Starbol Indonesia pada 27 Juni mendatang, untuk memutuskan apakah ikut serta atau tidak dalam Piala Presiden kita juga masih menunggu arahan langsung dari Presiden Klub. Yang jelas seperti pernyataan sebelumnya bahwa kita tidak mungkin kegiatan yang diselenggarakan Menpora atau tidak mendapatkan rekomendasi dari PSSI,” ujar sekretaris tim laskar wong kito, Ahmad Haris saat dikonfirmasi Selasa (16/6) sore.

Sementara itu, sekretaris PT SOM selaku pengelola SFC, Faisal Mursyid mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan undangan secara resmi dari promoter turnamen Piala Presiden, yakni Mahaka Sports dan Entertainment pada Minggu lalu. “Kita sudah menerima undangannya pada tanggal 9 Juni lalu, memang dalam surat yang dikirimkan itu tidak menyatakan atau tidak ada lampiran yang menyebutkan bahwa turnamen ini diselenggarakan oleh Tim Transisi. Soal apakah SFC akan ikut serta masih akan dibahas lebih detail saat rapat jajaran manajemen dalam waktu dekat,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, beberapa klub ISL memang sudah menyatakan penolakannya terhadap ajang ini karena dianggap produk dari Tim Transisi bentukan Menpora. Namun promoter Mahaka Sports and Entertainment membeberkan bahwa Piala Presiden merupakan turnamen pramusim yang mereka gagaskan secara independen tanpa melibatkan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atau inisiatif dari PSSI.

Artikel Terkait