BALI — Sosok Slamet Budiono mencuri perhatian saat Sriwijaya FC bertemu dengan Barito Putera, Senin (13/2) sore di stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali. Sempat diragukan dan disebut hanya dimainkan untuk memenuhi regulasi kewajiban memainkan pemain U22, alumnus PON Sumsel ini membuktikan kelasnya dengan mencetak gol pertama untuk laskar wong kito di laga ini.

Budi sendiri menyebut dirinya memang sangat termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi SFC di laga ini. Saat ditanya apakah sudah mempunyai firasat mencetak gol bagi SFC sebelum laga, Budi menyebut banyak mendapat support dari para seniornya yang mengatakan bahwa dirinya akan mencetak gol saat laga melawan Barito.

“Entah mereka bercanda atau serius, tetapi semua itu saya jadikan sebagai pelecut dan doa. Tapi saya sangat berterima kasih karena para senior di SFC mau membimbing para pemain muda seperti saya,” ungkapnya usai pertandingan. Sosok rekan sekamarnya yakni Airlangga Sucipto juga disebutnya sebagai mentor sebelum laga ini.

“Bang Ronggo pemain senior dan berpengalaman, saat dikamar dia banyak bercerita bagaimana caranya mengatasi ketegangan saat di lapangan. Dia juga terus memotivasi saya agar bermain lepas dan saya bersyukur tadi mampu membuat gol untuk SFC,” jelas pemain yang dibesarkan oleh Persimura ini.

Menurutnya, selama memperkuat Persimura, PON Sumsel dan SFC, dirinya jarang mencetak gol indah seperti yang dibuatnya ke gawang Aditya Harlan. “Kalau di laga uji coba pernah, namun di laga resmi seperti ini belum dan ini yang pertama. Tentu saya sangat senang dan berharap kedepan bisa terus bermain dengan tidak hanya mengandalkan aturan regulasi U22,” tegasnya.

Selain itu, Budi juga menyebut bahwa gol ini khusus dipersembahkannya untuk sang ibu, Suyatmi yang saat ini masih bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Seminggu sebelum keberangkatan ke Bali, Budi sendiri memang mengaku sangat haru karena untuk pertama kalinya setelah 13 tahun bisa bertemu dengan sosok yang melahirkannya ke dunia tersebut. “Setelah terpisah selama 13 tahun, saya bertemu lagi di Boyolali, karena itu saya sempat izin selama 3 hari untuk bertemu beliau. Gol tadi saya persembahkan untuk ibu, semoga dengan pertemuan kemarin dan doa restunya, karier saya lebih baik lagi dan jika sudah sukses di SFC, saya akan minta ibu saya untuk tidak bekerja lagi di Malaysia, biar saya yang menjadi tulang punggung keluarga,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait