PALEMBANG — Usai dilengserkannya Oswaldo Lessa dari posisi pelatih kepala Sriwijaya FC, sosok Keith Kayamba Gumbs menjadi pilihan favorit para suporter laskar wong kito untuk mengisi kekosongan tersebut. Selain dianggap sudah dikenal karakter tim dan mayoritas pemain SFC saat ini, Kayamba punya kelebihan lain yang dinilai mampu membangkitkan performa Teja Paku Alam dkk kedepannya.

Legenda hidup SFC yang saat ini berdomisili di Australia dianggap bisa memerankan 2 posisi nantinya yakni asisten pelatih sekaligus membantu sektor fisik. Apalagi Kayamba memang sudah memiliki lisensi kepelatihan fisik dan tangan dinginnya sudah terlihat di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu.

Namun keinginan publik sepakbola di Palembang untuk melihat top skor sepanjang masa SFC ini kembali ke stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) sepertinya harus tertunda. Pasalnya, Kayamba saat ini tengah punya kesibukan baru di negeri Kangguru yang membuatnya belum bisa comeback bersama SFC.

Dalam percakapannya dengan Tribun Sumsel, Kayamba menyebut meski berada di Australia, dirinya selalu mengikuti perkembangan mengenai SFC. “Setiap ada tawaran dari SFC sangat sulit saya tolak, apalagi saat ini klub tengah berada di posisi yang sulit. Namun meski saat ini belum bisa pulang ke SFC, namun keinginan seperti ini masih ada di masa depan,” ungkap Kayamba saat dihubungi Senin (19/6) siang.

Menurutnya, dirinya pun sudah beberapa kali berbicara dengan Hartono Ruslan yang saat ini ditunjuk menjadi caretaker tim SFC. “Saya mensupport om Hartono, tawaran dari SFC ini juga bertepatan dengan pendaftaran saya di salah Universitas di Australia sehingga kondisinya agak susah,” jelasnya.

Selain karena alasan ingin melanjutkan studi, Kayamba juga menyebut dirinya juga masih memiliki kontrak dengan salah satu klub lokal di Australia yang harus diselesaikannya terlebih dulu. “Kemarin saya sudah diskusi dengan anggota tim saya di sini bahwa mungkin ada kesemputan untuk saya kembali ke Indonesia dan menjadi pelatih SFC. Terus saya sudah bicara sama istri saya juga. Tetapi tim saya tidak mau lepas saya karna katanya sudah ada komitmen sampai akhir tahun ini dan saya harus memenuhi komitmen,” bebernya.

Ayah dari 2 putra ini pun meminta maaf kepada jajaran manajemen SFC terkait hal ini. “Oleh karna itu saya mau minta maaf sebelumnya kepada semua anggota manajemen SFC, PT SOM, masyarakat Sumatera Selatan dan suporter sejati SFC karena saya kemungkinan besar tidak bisa kembali sekarang ini untuk jadi bagian keluarga besar saya yakni Sriwijaya FC. Tetapi saya siap membantu jika manajemen tetap membutuhkan bantuan agar tim ini bisa bangkit lagi, saya akan selalu ada untuk SFC,” pungkasnya. (Dedi)

Artikel Terkait