Guna meningkatkan motivasi bertanding Beto Goncalves dkk jelang laga pertandingan babak semifinal turnamen Piala Bhayangkara melawan Arema Cronus, Kamis (31/3) di stadion Kanjuruhan Malang, manajemen Sriwijaya FC mengaku siap memberikan bonus ekstra bila 1 tiket final mampu diamankan laskar wong kito.

“Sudah pasti ada bonus tambahan, karena sebenarnya sejak sebelum memulai turnamen apapun soal seperti ini sudah kami bicarakan terlebih dulu dengan pemain,” jelas manajer SFC, Nasrun Umar saat dihubungi Rabu (30/3) malam. Menurutnya, selama ini para pemain selalu mendapat bonus reguler di penyisihan grup dan diberikan usai pertandingan yang dimainkan.

“Bahkan kita berikan opsi terlebih dulu, seperti saat Piala Gubernur Kaltim dimana bonus diberikan usai tim mendapat kepastian lolos dari penyisihan grup. Namun sekarang mereka meminta bonus langsung setiap pertandingan, intinya manajemen selalu mendengarkan masukan dari para pemain,” jelas Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini.

Di turnamen Piala Bhayangkara sendiri, pihaknya pun awalnya sudah menjanjikan bonus ekstra lainnya bila SFC mampu menjadi pemuncak klasemen grup A lalu. “Kini hal yang sama pun kita akan berikan bila tiket ke final mampu menjadi milik SFC, jumlahnya pasti lebih besar dari bonus reguler di babak penyisihan selama ini,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya pun menyiapkan bonus tambahan bagi setiap gol kemenangan SFC di babak penting ini. “Setiap selisih 1 gol yang berhasil mengantarkan kemenangan SFC, maka akan kita berikan bonus 10 juta. Jadi bila kita menang dengan skor 2-0 maka usai pertandingan pemain akan menerima total Rp 20 juta,” ungkapnya.

Namun dirinya menyatakan bahwa bonus tersebut bukanlah milik sang pencetak gol, melainkan dibagi merata ke seuruh pemain. “Seorang pemain pasti tidak bisa bermain sendiri dan butuh bantuan dari rekannya untuk mencetak gol. Begitu juga dukungan dan doa dari seluruh elemen tim, jadi bonus nanti akan dibagi bersama,” bebernya.

Sementara itu, goal getter SFC Alberto Goncalves mengaku gembira dengan kebijakan tersebut namun tetap akan mendahulukan kepentingan tim. “Memang saya meraih gelar top skor di PGK lalu, namun itu bukan prestasi saya semata. Kalau ada rejeki maka harus dinikmati bersama, saya pun lebih senang tim menang ketimbang mencetak gol tetapi harus kalah,” ujar pemain asal Brasil ini.