Belum jelasnya lokasi pertandingan final Piala Presiden ditanggapi dengan santai oleh jajaran manajemen Sriwijaya FC. Bahkan skuad laskar wong kito memastikan tidak akan mempermasalahkan, apapun rencana Mahaka Sport selaku pihak penyelenggara, apakah akan menggelar partai puncak dan perebutan tempat ke tiga turnamen Piala Presiden pada 18 Oktober nanti di di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta atau di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

“Kami tidak ada kepentingan sama sekali. Apapun hasil semifinal leg kedua malam ini (tadi malam), menang atau kalah, SFC tetap siap dimanapun. Kami hanya menjalani semua pertandingan dengan profesional,” ungkap Manajer SFC Robert Heri sebelum pertandingan, kemarin.

Menurut Robert, setelah melihat hasil pertandingan semifinalis lain yang dimenangkan Persib, kemungkinan besar partai Final tidak akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno. “Kepentingan Persib sangat besar, karena ada gesekan suporter mereka dengan suporter Persija. Bisa jadi pertandingan terakhir dilaksanakan di Bali,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Patrich Wanggai yang mengaku siap bermain di manapun nantinya. “Leg kedua semifinal ini adalah buktinya, meski dirugikan karena suporter SFC tidak dapat melihat kami secara langsung di Palembang, tapi kerja keras kami dan dukungan dari Tuhan membuat kami tetap lolos,” ujarnya

Sementara itu, pelatih Beny Dollo sudah mempunyai rencana untuk Asri Akbar dkk kedepannya. “Jika final dimainkan di Jakarta, maka kami akan langsung bergeser. Namun bila di Bali, maka kami akan tetap di Solo untuk berlatih dengan pertimbangan pemain akan lebih fokus dan fasilitas latihan disini lebih lengkap,” jelasnya.