PALEMBANG — Asa tuan rumah Sriwijaya FC untuk mengamankan poin penuh saat menjamu Persiba Balikpapan, Selasa (29/8) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang dipastikan tidak akan mudah. Pasalnya, laskar wong kito di laga ini harus kehilangan sejumlah pilarnya.

Hilton Moreira yang selama ini menjadi tumpuan di lini depan dipastikan absen karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Begitu juga andalan lain di sektor penyerangan, Airlangga Sucipto yang masih masih harus menepi karena dalam proses pemulihan cedera. Tidak hanya kedua pemain tersebut, SFC di laga ini juga tidak akan diperkuat Zalnando dan Hapit Ibrahim yang belakangan juga terkena cedera.

“Ini kondisi yang tidak biasa, selama ini praktis lini belakang yang kerap mendapat masalah dan hampir di setiap pertandingan kami tidak punya cadangan untuk posisi stopper. Namun sekarang kami kesulitan karena pilihan di sektor striker menjadi terbatas pasca absennya Hilton dan Ronggo,” ujar pelatih SFC, Hartono Ruslan.

Sementara itu, tim tamu juga mengalami kendala yang sama dan kehilangan 4 pemain utamanya di laga ini. Sebanyak 3 pemain yakni Iqbal Samad, Heri Susanto dan Alfath Faathier tidak bisa bermain karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Sedangkan bomber andalan Beruang Madu, Marlon da Silva juga belum bisa kembali ke lapangan hijau karena masih dibekap cedera.

“Selain Marlon, satu pemain kami yang lainnya yakni Bryan Caesar juga tidak bisa tampil karena cedera. Soal absennya Hilton, saya pikir SFC tetap punya pemain pelapis yang berbahaya, jadi tidak ada alasan mereka akan lemah karena 1 orang absen,” ungkap Hariyadi, arsitek Persiba.

Di pihak SFC, absennya Marlon da Silva diakui Hartono merupakan sebuah keuntungan mengingat pemain asal Brasil ini merupakan roh dari tim Persiba. “Bisa saja disebut keuntungan bagi SFC, semua tahu bagaimana berbahayanya Marlon yang merupakan seorang striker petarung yang tangguh. Tapi perlu diketahui kami juga kehilangan Hilton yang juga seorang pemai kunci, jadi sama saja dan pemenang nanti akan ditentukan siapa yang bekerja keras, 1 pemain tidak akan merubah pertandingan secara keseluruhan,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait