PALEMBANG — Laga big match yang mempertemukan pemuncak klasemen sementara Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dengan peringkat 3, Sriwijaya FC dipastikan akan berjalan sengit. Namun kedua tim di laga ini tidak dapat menurunkan susunan pemain terbaiknya dengan sejumlah alasan.

Tuan rumah MU sendiri harus kehilangan salah satu pilarnya Engelberd Sani yang harus absen karena terkena hukuman akumulasi KK. Sosok Engelberd Sani sendiri belakangan menjadi salah satu kunci kesuksesan MU memimpin klasemen sementara TSC 2016 dan di laga terakhir saat menang telak 4-1 atas PSTNI (9/9) kemarin mampu menciptakan hattrick untuk Laskar Sapeh Kerap.

“Memang sebuah kerugian, namun saya tidak terlalu khawatir dan percaya pemain lainnya akan mampu menggantikannya dengan baik. Saya justru harus mengingatkan pemain saya agar fokus selama pertandingan saat melawan SFC, di video pertandingan terakhir mereka melawan Persib Bandung, saya melihat hampir seluruh pemainnya bermain bagus dan terutama legiun asingnya,” ujar pelatih asal Brasil ini.

Sementara itu, di kubu tim tamu SFC harus kehilangan 4 pilarnya sekaligus di laga ini. Keempat pemain tersebut adalah sosok pemain pengalaman Firman Utina yang absen karena terkena hukuman akumulasi KK, kemudian trio young guns Ichsan Kurniawan, Zalnando dan Teja Paku Alam yang kini sudah dipinjamkan ke tim PON Sumsel yang memulai perjuangan di ajang PON XIX Jabar.

“Kehilangan Firman jelas merugikan, karena dalam kondisi terbaiknya dia mampu merubah permainan dan punya kemampuan untuk melihat celah di pertahanan lawan seperti yang dipertunjukkan di laga terakhir melawan Persib Bandung. Namun tim ini dipersiapkan untuk tidak bergantung dengan 1 orang pemain, seperti halnya saat kami kehilangan Hilto Moreira kemarin, terbukti TA Musafry mampu menggantikan peran tersebut dengan sangat baik,” tegas WCP.

Sementara terkait 3 pemain mudanya yang dipinjam oleh tim PON Sumsel, WCP mengaku bahwa hal ini sudah menjadi keputusa manajemen dan tidak terlalu mempermasalahkannya. “Tim PON Sumsel sangat membutuhkan tenaganya dan mereka pun membela tim yang juga membawa nama Sumsl dan hal ini sudah dibicarakan sejak jauh hari. Seperti pernyataan manajer, meski pahit namun kami harus mengambil resikonya karena tim PON Sumsel pun punya target tinggi disana,” tambahnya.

Perwakilan pemain SFC, Hapit brahim mengaku bahwa meskipun tidak akan diperkuat Firman Utina, namun dirinya optimis pemain lain yang akan menggantikannya akan mampu bermain dengan baik. “Memang sebuah kerugian karena bang Firman absen, tapi pemain lain sudah siap. Kami datang ke Madura bukan untuk jalan-jalan atau bersenang-senang, tim ini akan tetap solid dan target mencuri poin harus kami wujudkan dengan kerja keras nanti,” ujarnya sigkat. (dedi)

RelatedPost