Hubungan baik antara manajemen Sriwijaya FC dengan Asprov PSSI Sumsel membuat proses pembinaan pemain usia muda tetap berjalan. Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 dijadikan manajemen laskar wong kito untuk mematangkan pemain muda melalui tim Pra PON Sumsel yang kini dilatih oleh pelatih senior Rudy William Keltjes.

“Pemain tim Pra PON Sumsel memang didominasi pemain SFC U21 yang dalam dua musim terakhir selalu berhasil menembus final Indonesian Super League (ISL) U21,” jelas asisten manajer SFC U21, Bambang Supriyanto saat ditemui Rabu (5/8). Kedepan, pihaknya selain mentargetkan lolos babak kualifikasi PON 2016, juga memboyong kembai gelar juara ISL U21 yang musim lalu harus lepas setelah dikalahkan Semen Padang U21 di partai final.

Kegagalan mempertahankan musim lalu pun menjadi pelecut manajemen untuk lebih bersiap menatap kompetisi ISL U21 jika kembali bergulir musim depan. “Cuma kami berharap agar jadwal pertandingannya tidak bertabrakan dengan kualifikasi PON 2016 karena hampir seluruh pemain tergabung disana,” harapnya. Menurutnya, saat ini pihaknya mempunyai 40 pemain binaan Asprov PSSI Sumsel yang kedepan akan diseleksi masuk ke dalam tim SFC U21.

Latihan intensif pun terus dilakukan guna persiapan dua even tersebut walaupun pihaknya masih pesimis mengingat konflik Menpora – PSSI masih terus berlangsung dan belum menunjukkan rekonsiliasi. “Pemain muda butuh kompetisi yang banyak untuk meningkatkan pengalamannya, kami beruntung kemarin setelah pembekuan PSSI yang berbarengan dengan penghentian kompetisi ada even Porwil Sumsel sehingga mereka tetap bisa merasakan atmosfer pertandingan,” jelasnya.

Berbicara materi pemain, dalam 2 musim terakhir SFC U21 memang cukup banyak menelontorkan bakat muda yang sekarang berkiprah baik di divisi utama maupun ISL. Sebut saja Vava Mario dan Nofri Setiawan, duo Persija yang turut membawa SFC U21 menjadi juara di musim 2012/2013. Kemudian Yogi Novrian yang direkrut oleh Persela Lamongan. Lalu Teja Paku Alam, Hapit Ibrahim, Ichsan Kurniawan, Rizky Dwi Ramadhana, Manda Cingi dan Jajang Maulana yang sudah promosi ke skuad SFC senior.

Atau Zalnando, pemain yang saat di SEA Games Singapura lalu menjadi satu-satunya pemain yang berasal dari skuad U21 dan diluar klub ISL ataupun Divisi Utama. “Saat ini, komposisi pemain lokal asal Sumsel pun terus meningkat. Untuk musim depan bahkan boleh dibilang skuad SFC U21 berisi 90 persen binaan sendiri,” tambahnya.

Namun mereka pun harus kehilangan beberapa pemain yang menyeberang ke tim rival Semen Padang U21. Yakni penyerang Mariando dan kapten timnas U19 Bagas Adi Nugroho. “Saya berharap konflik sepakbola cepat diakhiri, kasian para pemain muda yang sudah berlatih sekian tahun dan sekarang tidak punya arah yang jelas. Kompetisi sekelas Suratin dan LPI pun ditiadakan, padahal pemain tidak cukup hanya bermain di ISL U21,” pungkasnya.

Artikel Terkait