PALEMBANG — Tim Laskar Wong Kito Mudo gagal mendapatkan tiga poin penuh dari Semen Padang dibabak penyisihan Grup A Liga 1 U-19 dengan skor 1-0 Jumat,(21/7).

Satu gol kemenangan Kabau Sirah di cetak Taufik Hidayat menit ke-24. Alhasil tim tuan rumah berhasil mendapatkan poin perdananya setelah dua laga sebelumnya tumbang.

Hal itu sebenarnya sudah disadari oleh jajaran pelatih karena Semen Padang mati-matian bangkit dari keterpurukan di Grup A.

Asisten Manajer SFC U-19 Bambang Supriyanto mengatakan, kekalahan hari ini dijadikan pelajaran kedepan tim akan memaksimalkan semua performa. Karena sebelumnya tim lawan disokong beberapa kekuatan senior terbukti di sektor sayap kanan Kevin Ivander gol kemenangan Semen Padang pun via umpan akuratnya. Lalu di posisi penjaga gawang Rendy Oscario adalah kiper pelapis kedua Semen Padang senior.

“Secara keseluruhan kita sudah bermain baik. Hanya saja mereka sudah mengantisipasi kita dengan menambah kekuatan. Terlebih lagi mereka mau ngotot dapat poin hari ini,”ucap Bambang.

Ia juga melihat pola kemimpinan wasit di penyelenggara sepakbola Indonesia memang kurang baik. Itu turut menjadi faktor Laskar Wong Kito Mudo terganjal saat melakukan aksinya di lapangan.

“Seharusnya tidak dibilang offside banyak kebijakan lainnya tidak jelas. Tapi tidak apa-apa perjalanan masih panjang akan kita balas,”tegasnya.

Menurut Pelatih SFC U-19 Francis Wewengkang mengatakan, tekanan tuan rumah membuat anak asuhnya sulit berkembang dibabak pertama. Itu faktor awal sulitnya mengambil angka di Padang.

“Babak kedua kita baru bisa bangkit setelah kepercayaan diri berhasil dikembalikan dibabak kedua. Tapi sulit kita mengejar karena banyak faktor seperti iklim panas sekali dan wasit juga kerap membuat kebijakan tidak jelas,”paparnya.

Tapi semangat dan keberanian anak asuhnya terlihat dibabak kedua. Ia melihat semua perjalanan masih terbuka lebar. Ia pun optimis bisa mulus atau lolos dari fase Grup A Liga 1 U-19.

“Besok kita pulang dan kita lanjutkan kekurangan apa yang terjadi. Pastinya ada evaluasi agar tim kedepan lebih maksimal lagi,”pungkasnya.

Sekilas jalannya pertandingan babak pertama tuan rumah langsung membuka serangan tanpa memberikan ruang. Laskar Wong Kito Mudo seakan-akan kehilangan ritme permainan. Itu terbukti satu gol dicetak tim lawan oleh Taufik Hidayat pada menit ke-24.

Dibabak kedua anak muda asal Palembang ini, mulai bangkit dengan meladeni beragam serangan lawan. Akhirnya tim tuan rumah yang terdesak hanya saja peluang tidak bisa di maksimalkan hingga skor akhir tetap 1-0 untuk kemenangan Semen Padang.

“Akhirnya laga sesuai dengan harapan kita. Hari ini bukan hanya sekedar bisa menang tapi semangat tim sudah kembali lagi. Saya apresiasi apa yang sudah di lakukan para pemain kami,’kata Pelatih Semen Padang FC U-19, Welliansyah. (dedi)

Artikel Terkait