Pernyataan menarik dilontarkan manajer Sriwijaya FC, Robert Heri terkait kisruh sepakbola yang berkepanjangan di tanah air saat ini. Menurutnya, cara terbaik untuk segera menyelesaikan konflik ini adalah dengan cara mencari pemenang dibalik perseteruan Menpora – PSSI, dua lembaga yang memang bertanggung jawab terkait hal tersebut.

“Jadi harus saling bunuh dan dicari pemenangnya (Menpora vs PSSI-red) dan harus ada yang kalah, karena apa yang terjadi saat ini sudah jauh dari win-win solution. Malah jika keduanya terus berjalan bersama, penyelesaian akan lebih jauh dan susah sekali tercapai,” ujarnya saat ditemui di Griya Agung usai melaksanakan rapat bersama jajaran manajemen SFC, Minggu (22/6) malam.

Menurutnya, apapun pelaksanaan kompetisi yang coba dibentuk oleh kedua kubu baik Menpora atau PSSI sekarang tidak akan mampu menyelesaikan persoalan yang ada. “PSSI bikin turnamen, Menpora tidak mengeluarkan rekomendasi perizinan. Begitu juga Menpora buat kompetisi, PSSI bilang klub yang mengikuti akan diberikan sanksi. Jadi lebih baik keduanya selesaikan dulu permasalahan sehingga tidak ada korban lain dibalik perseteruan mereka,” keluhnya.

Pihaknya sendiri juga mengaku sangat kecewa dengan berhentinya aktifitas sepakbola nasional pasca jatuhnya sanksi FIFA akhir bulan Mei lalu. “SFC adalah klub dengan persiapan paling matang menyambut kompetisi musim ini, kita sudah memulai latihan sejak 1 Desember dan menjadi klub pertama yang memulai aktifitas, begitu juga dengan kebijakan transfer pemain, semua sudah dipersiapkan dengan matang,” ungkap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Sumsel ini.

Tidak hanya latihan dan transfer pemain, pihaknya juga melakukan persiapan yang sangat baik di sektor keuangan klub. “DP kontrak pemain semuanya sudah kita selesaikan, begitu pun gaji pemain, tidak ada yang telat. Namun begitu adanya konflik antara Menpora – PSSI, mau tidak mau klub terkena imbasnya dan sekarang sponsor pun sudah menghentikan kucuran dananya,” tambahnya.

Dirinya pun sendiri tidak yakin spirit serupa akan kembali muncul jika konflik sepakbola di Indonesia akan berakhir. “Rasanya akan sulit dan kita perlu waktu untuk mengembalikan semua itu. Tapi seperti di awal tadi mungkin akan lebih penyelesaiannya jika ada pemenang dibalik kisruh Menpora – PSSI ini, karena yang terlihat belakangan ini sudah jauh dari kata-kata musyawarah atau win-win solution,” pungkasnya.

Artikel Terkait