Setelah sempat dikabarkan akan merapat ke turnamen bentukan tim transisi Menpora, manajemen Sriwijaya FC akhirnya meluruskan pernyataan tersebut dan membantah pernyataan sebelumnya. Kini dengan tegas laskar wong kito mengatakan tidak akan bermain di turnamen yang rencana awalnya digelar sebelum bulan puasa ini.

“SFC tidak akan bermain di turnamen Piala Kemerdekaan atau segala kegiatan yang diprakarsai oleh tim transisi Menpora. Karena sebelumnya kita juga tidak pernah bermain di luar kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI,” jelas sekretaris tim SFC, Ahmad Haris saat dikonfirmasi Selasa (9/6) sore.

Dirinya mencontohkan saat terjadi dualisme pada tahun 2011 lalu, manajemen SFC pun tetap setia bermain di Indonesian Super League (ISL) dan tidak tergiur atau mengikuti kompetisi Indonesian Premier League (IPL). “Memang saat itu sempat ada wacana mengirimkan tim lainnya ke IPL, yakni skuad SFC U21, namun akhirnya juga tidak dilakukan,” terangnya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya masih menanti perkembangan terakhir terkait konflik sepakbola nasional. “Kita masih menunggu, namun tim tidak kita bubarkan dan manajemen pun sedang menyusun rencana kegiatan untuk mengisi kekosongan kompetisi, seperti dalam waktu dekat ini akan diadakan peringatan 10 tahun klub dengan sebuah laga eksebisi dengan Joma Legend Indonesia,” tambahnya.

Bendahara SFC U21 ini pun meluruskan pernyataan dirinya sebelumnya yang dianggap memberikan signal untuk merapat ke tim transisi Menpora. “Saya hanya mengatakan bahwa manajemen sedang berpikir keras menyelamatkan karier pemain dengan menyiapkan sebuah pemikiran mengikuti turnamen-turnamen yang digelar di tanah air,” jelasnya.

Dan saat ini pula tim transisi Menpora terus memberikan pernyataan bahwa akan menggelar kegiatan serupa dan merayu klub-klub untuk mengikutinya. “Namun membuat turnamen seperti itu tidak gampang dan butuh koordinasi mendalam. SFC saja hingga saat ini tidak pernah dihubungi atau mendapat undangan mengenai kegiatan tersebut,” bebernya.

Artikel Terkait