PALEMBANG — Pertemuan Sriwijaya FC melawan Bhayangkara FC, Rabu (3/5) layak disebut sebagai duel 2 tim yang tengah terluka. Pasalnya, kedua tim baru saja mendapat hasil kurang baik di laga terakhirnya. Laskar wong kito dibekuk 0-2 oleh Persib Bandung (29/4), sementara Bhayangkara FC juga harus menderita kekalahan 1-2 dari PS TNI di hari yang sama.

Pelatih Bhayangkara FC, Simom Mc Menemy menyebut kondisi psikis anak asuhnya tidak terganggu dengan kekalahan atas PS TNI. “Laga terakhir memang sangat sulit buat kami, namun pemain justru mendapatkan motivasi tinggi dan bertekad mencari poin yang hilang tersebut di Palembang, tetapi SFC adalah tim besar dan siapapun akan mendapat kesulitan disini,” ungkapnya saat sesi pre post match di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (2/5) sore.

Menurut pelatih asal Skotlandia ini, meskipun kalah di laga terakhirnya, SFC tetap akan berbahaya nantinya. “Saya pikir ini situasi yang justru tidak menguntungkan untuk kami, karena SFC juga akan bertambah motivasinya. Saat melawan Persib, saya melihat permainan mereka juga tidak jelek. Walau kalah dan kemasukan 2 gol, tetapi saya melihat SFC mampu mengimbangi dan mencatat banyak peluang, melakoni laga away juga bukan hal mudah,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih SFC Oswaldo Lessa menyebut anak asuhnya sudah siap menghadapi laga ini dan melupakan kekalahan atas Persib Bandung. “Persiapan berjalan normal, saya pikir mereka adalah pemain profesional dan tahu apa yang harus dilakukan nantinya. Kami harus menang karena untuk sebuah kompetisi panjang, sebuah poin sangat bernilai dan tidak boleh kalah lagi,” jelas pelatih asal Brasil ini.

Diakuinya, berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan pihaknya, untuk menjadi juara di Liga Indonesia, setidaknya sebuah tim harus mendapat poin 35 di putaran pertama. “Saya pikir tim yang akan menjadi juara harus minimal mendapat 70 poin di akhir musim nanti, jika bisa meraih 75 poin akan aman. Saya percaya SFC bisa bersaing, tetapi kami harus segera move on dan yang terdekat mesti mengalahkan Bhayangkara FC terlebih dulu,” harapnya. (dedi)

Perkiraan susunan pemain

SFC (4-4-2) : Teja Paku Alam, Marco Meraudje, Yanto Basna, Firdaus Ramadhan, Zalnando, Yu Hyun Koo, Rahmad Hidayat, Nur Iskandar, Hilton Moreira, Slamet Budiono, Alberto Goncalves

Cadangan : Sandy Firmansyah, Hendra Sandi, Maldini Pali, Bobby Satria, Manda Cingi, Tijani Belaid, Airlangga Sucipto, TA Mushafry, Gilang Ginarsa

Bhayangkara FC (4-2-3-1) : Rully Desrian, Putu Gede, Otavio Dutra, M Sahrul Kurniawan, Dany Saputra, Lee Y Jun, Evan Dimas, Paolo Sergio, Ilhamudin Armayn, Thiago Furtuoso, Dendy Sulitiawan

Cadangan : Wahyu Tri Nugroho, Guy Junior, Firman Utina, Jajang Mulyana, Dinan Javier, Alsan Sanda, Antoni Putro, Ikhfanul Alam, Mukhlis Hadi Ning

Pemain Kunci

Alberto Goncalves (SFC)

Meski belum mencetak gol di 3 laga awal kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, namun sosok Alberto Goncalves tetap menjadi pilar penting bagi tim Sriwijaya FC. Pemain asal Brasil ini pun mengaku tidak khawatir masih paceklik gol sejauh ini dan mengincar kebangkitan saat laskar wong kito menjamu Bhayangkara FC, Rabu (3/5) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang.

“Saya pikir tidak ada tekanan untuk tim SFC, kami pernah mengalami hal yang lebih buruk dari ini. Soal gol, ini cuma masalah waktu dan saya yakin cepat atau lambat akan segera pecah telur. Musim lalu saya juga mendapat start kurang baik, tetapi bisa jadi top skor. Sekarang keyakinan saya tetap sama, tetapi tetap kepentingan tim yang utama,” tegas Beto.

Thiago Furtuoso

Bomber asal Brasil ini pernah menjadi mimpi buruk bagi SFC di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) musim lalu. Bahkan Thiago turut menyumbangkan gol saat Bhayangkara FC menghancurkan SFC dengan skor telak 4-0 (2/10/2016). Namun sama seperti Beto, Thiago musim ini belum menunjukkan ketajamannya.

“Musim lalu, melawan SFC adalah salah satu penampilan terbaik Bhayangkara FC. Kami menang dan bermain sangat superior. Sekarang saya berharap hal tersebut bisa terulang lagi, tidak perlu 4-0, yang terpenting tim bisa mendapat poin penuh. Meski baru saja kalah, tetapi seluruh pemain sepakat untuk menggantinya dengan kemenangan di Palembang,” ujar Thiago.

Artikel Terkait