PALEMBANG — Sektor fisik menjadi prioritas utama skuad Sriwijaya FC jelang laga melawan Persija Jakarta, Jumat (16/6) malam di stadion Patriot Bekasi. Pasalnya, menurunnya kondisi fisik punggawa laskar wong kito ditenggarai sebagai salah satu faktor beberapa kali gawang SFC harus kebobolan di menit-menit akhir atau babak kedua.

“Memang sedikit sulit karena waktunya cukup mepet, namun bagaimanpun sektor stamina pemain tetap harus ditingkatkan. Berdasarkan evaluasi yang sudah dilakukan, beberapa pemain sedikit menurun fisiknya di babak kedua sehingga tidak maksimal penampilannya,” jelas asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan saat dihubungi Minggu (11/6) sore.

Dirinya pun mencontohkan laga kontra Mitra Kukar (7/6), Persela Lamongan (1/6) atau PSM Makassar (21/5) lalu dimana gawang SFC harus kemasukan gol di babak kedua.  “Konsentrasi pemain sedikit menurun sehingga terjadi kesalahan sendiri yang berujung kebobolan. Tentu hal seperti ini tidak boleh terus terulang, dengan fisik yang prima maka kita harapkan mereka bisa terus fokus selama 90 menit,” ungkapnya.

Berdasarkan statistik di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, gawang Teja Paku Alam dan Sandi Firmansyah sudah kebobolan 11 kali dari 10 pertandingan yang dimainkan sejauh ini. Menariknya, 8 gol diantaranya didapat saat pertandingan sudah memasuki 45 menit kedua.

Dari 10 pertandingan yang sudah dimainkan tersebut, SFC juga baru 3 mencatatkan clean sheet.

Statistik tersebut seolah menunjukkan bahwa apa yang disampaikan oleh Hartono Ruslan tersebut memang benar adanya. “Hampir seluruh gol kemasukan SFC terjadi di babak kedua, ini merupakan evaluasi penting dan aeperti saya katakan tadi bahwa sektor fisik harus lebih ditingkatkan,” tegasnya. (dedi)

Artikel Terkait