PALEMBANG — Sriwijaya FC untuk kedua kalinya secara beruntun harus menerima hasil imbang setelah bermain seri 1-1 melawan Persegres, Senin (24/7) malam di stadion Surajaya Lamongan. Hasil ini sendiri memang belum mampu membawa laskar wong kito beranjak dari posisi 15 klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 19 dari 15 pertandingan.

Namun menariknya, di laga ini sosok Airlangga Sucipto kembali menjadi penyelamat bagi SFC meski masuk dari bangku cadangan. Pemain senior yang sudah 2 musim bermain untuk tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini menjelma menjadi supersub dan gol yang dicetaknya sejauh ini mampu menghindarkan SFC dari kekalahan.

Bahkan saat laga melawan Persegres, sundulannya di menit akhir mampu memberikan 1 poin berharga bagi SFC. Sebelumnya, saat laga melawan PS TNI (14/7) lalu, 1 gol yang dicetaknya di menit 81 juga berhasil menyamakan kedudukan dan membangkitkan semangat bermain di laga yang akhirnya bisa dimenangkan dengan skor dramatis 2-1 ini.

Caretaker tim SFC, Hartono Ruslan menyebut sosok Airlangga Sucipto memang sangat diandalkannya saat ini sebagai pemecah kebuntuan di lapangan hijau. “Ronggo sangat berpengalaman dan mampu memanfaatkan situasi di lapangan, meski masuk sebagai pemain cadangan tetapi selalu bisa memberikan pengaruh penting,” puji Hartono saat dihubungi Selasa (25/7) sore.

Legenda hidup klub Galatama Arseto Solo ini juga menyatakan bahwa Ronggo memiliki insting tinggi yang sangat diperlukan seorang striker. “Dia tahu kapan harus masuk ke kotak penalti, bisa membuka ruang bagi temannya dan penyelesainnya juga cukup baik. Selain itu sering sekali dinaungi keberuntungan,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Ronggo mengaku dirinya tidak terlalu fokus dengan torehan gol yang sudah dicetaknya di SFC sejauh ini. “Kemarin saya bikin gol, sebagai striker tentu senang tapi sedih juga karena tim gagal menang. Sebagai pemain senior, saya memang diminta untuk memberikan contoh bagi pemain muda di SFC, oleh karena itu selalu saya katakan bahwa meski hanya sebagai pemain cadangan, namun tugasnya juga tidaklah ringan. Malah mungkin cukup berat, karena harus bisa memberikan perubahan di lapangan saat diminta masuk,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi. (dedi)

RelatedPost