PALEMBANG — Mengawali perjuangan di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, Sriwijaya FC dipastikan akan bertanding di luar kandang terlebih dulu. Laskar wong kito dijadwalkan akan menantang PS TNI di stadion Patriot Bekasi, Senin (17/4) mendatang di pekan pertama Liga 1 Indonesia.
“Kita memang baru saja menerima draft jadwal kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, namun draft ini belum final dan seluruh klub diminta untuk mengecek terlebih dulu. Kemungkinan baru akan resmi pada 10 April mendatang, batas waktu bagi seluruh peserta untuk menyampaikan keberatan terkait hal ini sendiri ditunggu hingga 8 April,” jelas sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid saat dihubungi Rabu (5/4) siang.
SFC sendiri disebutnya tengah mempelajari draft jadwal kompetisi tersebut, sehingga belum tahu apakah nantinya akan memberikan catatan atau nota keberatan. “Namun sejauh ini sepertinya tidak ada yang berbenturan dengan agenda daerah atau kegiatan besar lainnya yang berpotensi ke pengurusan izin pertandingan. Tetapi kita masih akan mempelajari secara detail bersama tim dulu,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Faisal menyebut pihaknya tetap akan memberikan beberapa sumbang saran kepada PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi Liga 1. Salah satunya yakni mengenai jadwal pertandingan yang melibatkan klub asal Indonesia Timur, yakni Persipura dan Perseru Serui.
“Kami berharap agar laga di pulau Papua dapat disatukan sehingga bisa sekali jalan. Tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga demi kepentingan pemain yang akan bertanding. Perjalanan kesana sangatlah melelahkan dan memakan waktu lama, jika menjadi 1 paket maka akan sangat membantu,” tambahnya.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan bahwa musim lalu saat melakoni laga away ke Serui, Hilton Moreira dkk sempat mengalami kejadian yang hampir membahayakan nyawa seluruh anggota tim. “Penerbangan kesana dari Biak ke Serui saat itu hanya sekali sehari dengan seat yang juga terbatas. Saat pulang, di hari Senin juga tidak ada kapal jet foil yang aman sehingga ketika itu tim SFC pulang dengan menggunakan perahu cepat yang sangat berbahaya. Bahkan 1 kapal yang ditumpangi sampai terdampar di pulau tidak berpenghuni karena mengalami kerusakan dan harus dievakuasi oleh Basarnas, tentu kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tegasnya. (dedi)

Artikel Terkait