Kekuatan Sriwijaya FC dipastikan berkurang saat menghadapi Arema Cronus di leg kedua babak semifinal Piala Presiden 2015 yang akan digelar Minggu (11/10) mendatang. Laskar wong kito sendiri memang harus kehilangan Syaiful Indra Cahya yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning setelah di leg pertama harus menerima KK di menit 60 babak kedua dari wasit Hadiyana (Bekasi) yang memimpin pertandingan.

Sebelumnya, eks pemain Persija Jakarta tersebut juga sudah mendapat KK di leg pertama babak 8 besar Piala Presiden kala bertandang ke markas Persebaya United (20/9) di Surabaya. Pelatih SFC, Bendol juga mengakui cukup kehilangan pemain serba bisa yang belakangan menembus starting eleven SFC.

“Tentu ini sebuah kerugian, karena bisa kita lihat bahwa selama turnamen Piala Presiden ini, Syaiful sudah menunjukkan kerja keras dan kualitasnya,” ujar Bendol saat dihubungi Minggu (4/10) sore. Menurutnya, performa stabil eks timnas Sea Games Singapura lalu ini juga menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan timnya bisa terus melaju hingga ke babak semifinal Piala Presiden 2015.
“Dalam pandangan saya pribadi, Syaiful adalah salah satu Rising Star di turnamen Piala Presiden kali ini. Meski masih muda, namun dirinya mampu bersaing dengan para seniornya dan sejauh ini pun hasilnya tidak mengecewakan. Sangat disayangkan dirinya harus absen, tapi pemain lainnya akan siap mengisi posisinya nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Syaiful Indra menjelaskan dirinya cukup kecewa tidak dapat membela SFC di leg kedua melawan Arema nanti. “Pastilah kecewa, apalagi lawannya adalah Arema. Entah kenapa saya dari dulu selalu bersemangat lebih jika bertemu mereka,” jelas Syaiful yang juga berasal dari Malang ini. Sebagai pemain yang dibesarkan oleh Persema Malang, rival sekota Arema, Syaiful mengaku memang ingin menunjukkan kemampuannya di depan publiknya sendiri. “Tapi saya percaya pemain lainnya akan mampu bermain baik dan mengamankan 1 tiket ke final,” ungkapnya.