Meski mengaku tidak ideal, namun pelatih Sriwijaya FC Beny Dollo mengaku siap mengikuti semua aturan yang diterapkan di turnamen Piala Gubernur Kaltim, termasuk juga penggunaan konsep trofeo usai babak penyisihan grup.

Dalam turnamen yang diikuti oleh 12 tim dan dibagi dalam 3 grup ini, dua terbaik dari tiap grup akan kembali dibagi menjadi dua grup, kemudian dijadikan trofeo dengan format 3×45 menit.

Peringkat pertama dari grup babak trofeo akan bertemu di final untuk perebutan juara. Kemudian, peringkat kedua dari babak trofeo akan memainkan laga yang memperebutkan tempat ketiga.

“Mungkin tidak ideal, karena di penyisihan grup kita bertanding seperti biasa dan jika boleh memilih lebih baik menggunakan format 8 besar dan semifinal seperti draft awal,” ungkap Bendol saat ditemui usai sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Senin (22/2) sore.

Menurutnya, jika memakai format awal maka seluruh klub yang ikut di turnamen ini akan mempunyai kesempatan bertanding yang lebih banyak nantinya. “Klub juga butuh bermain sebagai ajang persiapan menghadapi kompetisi nantinya, jika menggunakan konsep trofeo maka kesempatan itu otomatis berkurang,” tambahnya.

Namun Bendol sendiri dapat memahami kebijakan yang dikeluarkan panpel tersebut dan menyatakan pihaknya siap mengikutinya dengan baik. “Mungkin terkendala waktu, karena ada turnamen lain yang sudah menunggu dan tidak mungkin ada perubahan atau penambahan jadwal” ungkap pelatih asal Manado ini.

Menurutnya, meski banyak turnamen yang siap digelar kedepannya, namun pelaku sepakbola di Indonesia tetap membutuhkan sebuah kompetisi resmi. “Sudah hampir setahun pembekuan PSSI dan jatuhnya sanksi FIFA terhadap Indonesia, tentu kita berharap tidak akan semakin lama. Saya pribadi berharap seusai turnamen Piala Gubernur Kaltim serta Piala Bhayangkara nanti, kompetisi benar-benar dapat berjalan dengan normal lagi,” pungkasnya.

Artikel Terkait