Adanya surat panggilan dari Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara turnamen Piala Jenderal Sudirman kepada Sriwijaya FC terkait dugaan pelanggaran disiplin usai laga melawan Persija Jakarta (25/11) lalu mendapat tanggapan dari manajemen PT SOM.  Menurut sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid dirinya sudah menyampaikan surat panggilan tersebut ke Presiden SFC dan pihaknya siap memenuhi panggilan tersebut.

“Surat tersebut ditujukan kepada Presiden SFC dan kita terima pada Selasa (1/12) sore, isinya mengenai panggilan untuk menghadiri sidang komisi disiplin Indonesian Championship Jenderal Sudirman Cup,” jelasnya. Menurutnya, sidang tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (4/12) siang mendatang di Hotel Century Park.

Di dalam surat itu, manajer laskar wong kito Nasrun Umar dan penyerang SFC Ferdinan Sinaga diminta hadir guna mengklarifikasi dugaan pelanggaran disiplin usai laga melawan Persija Jakarta (25/11) kemarin. “Kita berharap Mahaka dapat bersikap adil dan komdis juga fair melihat masalah tersebut. Selama ini SFC sangat patuh terhadap semua aturan, terbukti di Piala Presiden lalu kita mendapat predikat tim fair play,” ungkapnya.

Diakuinya, selama ini SFC tidak pernah bersikap berlebihan terhadap keputusan wasit bila pertandingan dilakukan sesuai dengan law of the game. “Melawan Arema (22/11) kita juga kalah, tapi kita bisa menerima. Saat itu yang kita protes adalah adanya lemparan terhadap pemain dan manajer dari tribun VIP stadion Kanjuruhan, atau saat di final Piala Presiden, pemain bahkan suporter kita pun tertib usai pertandingan walau SFC gagal menang, jadi semuanya pasti ada sebab akibat,” tambahnya.

Dirinya sendiri usai partai tersebut sempat berusaha menghubungi panpel Arema, Abdul Haris yang banyak memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut di beberapa media. “Kami ingin dialog, namun telpon dan sms saya tidak dibalas. Jadi nanti di sidang komdis kami akan paparkan kejadian yang sebenarnya, salah besar jika disebut manajer SFC merusak ruang ganti stadion Kanjuruhan,” tegasnya.

Sementara itu, asisten manajer SFC Achmad Haris menambahkan bahwa dirinya juga siap hadir memenuhi panggilan tersebut. “Saya kebetulan juga berada di lokasi saat kejadian, kemudian manajer SFC hari Jumat (4/12) nanti tidak bisa hadir karena harus mendampingi Menteri Perhubungan yang melakukan kunjungan kerja ke Sumsel,” ungkap Haris. Diakuinya, banyaknya pemberitaan yang menyudutkan SFC usai kejadian tersebut juga sudah menjadi catatan pihaknya dan manajemen SFC siap menuntut balik bila ada pihak yang menyebarkan fitnah.