Dukungan terhadap tim Ad-Hoc yang baru saja mendapat persetujuan resmi dari Federasi sepakbola dunia, FIFA terus bergulir, salah satunya dari manajemen Sriwijaya FC. Bahkan diharapkan tim ini dapat segera bekerja untuk membenahi masalah sepakbola Indonesia sekaligus menyelesaikan suspensi FIFA kepada Indonesia karena intervensi Pemerintah.
Komite Ad-Hoc sendiri terdiri dari tujuh elemen yang berkepentingan dengan sepakbola tanah air. Dan, telah diputuskan FIFA bahwa Agum Gumelar bakal menjadi ketua komite Ad-Hoc didampingi oleh IGK Manila sebagai wakil ketua.

Pembentukan komite Ad-Hoc sendiri berdasarkan pertemuan delegasi FIFA didampingi AFC dengan semua unsur sepakbola Indonesia 2-3 November lalu, di Jakarta. Para delegasi sepakat untuk membentuk komite Ad-Hoc demi menyelamatkan sepakbola tanah air.

Tujuh elemen yang mengisi tim Ad-Hoc yakni PSSI, Pemerintah Indonesia, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), kompetisi (ISL), sepakbola wanita, KONI, dan KOI.

Namun, sampai saat ini, Pemerintah masih enggan mengirimkan perwakilan mereka. Lantaran mereka punya pemahaman berbeda dan lebih memilih untuk membentuk Tim Kecil yang tak melibatkan orang PSSI selaku federasi berkepentingan.

Belum bergabungnya perwakilan pemerintah ini pun disesalkan oleh Presiden SFC, Dodi Reza. Anggota DPR RI ini pun berharap pemerintah dalam hal ini Kemenpora dapat segera bergabung dengan tim Ad Hoc yang sudah disetujui FIFA selaku organisasi tertinggi sepakbola dunia. “Saya harap pemerintah bisa mengirimkan wakil secepatnya agar tim Ad Hoc bisa berjalan,” harapnya.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh pelatih SFC, Beny Dollo. Menurutnya terpilihnya Agum Gumelar sebagai ketua tim Ad Hoc sudah sangat tepat mengingat pengalaman dan kapasitas beliau di dunia sepakbola nasional. “Pak Agum pernah jadi ketua PSSI, kemudian dulu pernah juga menjadi ketua komite normalisasi sewaktu ada masalah dualisme di tahun 2011 lalu dan hasilnya masalah pun terselesaikan. Saat ini sepakbola Indonesia sudah berada di titik terendah dan secepatnya harus diakhiri, kompetisi harus segera berjalan kembali,” ungkap eks pelatih timnas ini.