PALEMBANG — Usai mengumpulkan beberapa bukti di lapangan, manajemen Sriwijaya FC akhirnya secara resmi mengajukan protes resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait laga melawan PSM Makassar, Minggu (21/5) lalu di stadion Andi Mattalata Makassar. Di laga tersebut, wasit yang memimpin pertandingan yakni Hadiyana asal Bekasi menghadiahi hukuman penalti kontroversial bagi laskar wong kito di penghujung pertandingan.

Namun selain hal tersebut, manajemen SFC mengaku ada hal lainnya yang juga menjadi protes lainnya. “Poin pertama adalah perlindungan terhadap pemain, karena di laga ini salah satu pemain SFC yakni Teja Paku Alam harus mendapat perawatan intensif karena mendapat banyak benturan sepanjang pertandingan dan akhirnya harus ditarik keluar,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Selasa (23/5) sore.

Saat ditarik keluar, baju bagian bawah yang dipakai Teja sendiri robek akibat terkena sepatu lawan. “Tidak ada peringatan atau kartu untuk pemain yang melakukan pelanggaran ke Teja, padahal dia seorang kiper yang di dalam peraturan harus mendapat perlindungan apalagi di daerahnya sendiri,” jelasnya.

Selain itu, dalam surat tersebut pihak manajemen SFC juga mempertanyakan mengenai keputusan wasit yang memberikan penambahan waktu yang cukup lama di pertandingan tersebut. “Apalagi di babak kedua, tidak ada kejadian yang membuat pertandingan terhenti cukup lama, tetapi tetap saja wasit memberikan tambahan waktu hingga 6 menit, tentu harus ada penjelasan mengenai hal ini,” tambahnya.

Pihaknya sendiri berharap operator kompetisi dapat menyelidiki hal ini demi kemajuan sepakbola Indonesia. Apalagi di pertandingan ini, wasit pun dianggap berbuat cukup kontroversi saat mengeluarkan pernyataan sebelum terjadinya penalti di menit 95 babak kedua. “Semua sudah kami lengkapi dengan foto serta rekaman pertandingan, tentu operator harus melihat hal ini. Apalagi kemarin pertandingan tidak ditayangkan di televisi,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait