Sriwijaya FC sukses mencatat kemenangan telak 5-0 atas Madura United, Minggu (15/5) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Hasil ini juga seolah mengirim pesan untuk kontestan lainnya di kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 untu tidak memandang remeh laskar wong kito kedepannya.

“Ini hasil yang sangat kami syukuri, namun perjalanan masih panjang dan banyak yang harus kami evaluasi. Tetapi yang membuat saya senang sekali karena mereka mampu bermain dalam sebuah sistem yang sudah kami rancang sebelumnya,” ujar pelatih SFC, Widodo C Putro usai pertandingan.

Menurutnya, meski mendapat perlawanan sengit dan keras dari Madura United, namun dirinya tidak merasa khawatir karena terbukti strategi yang dipersiapkannya sukses meredam agretifitas Bayu Gatra dkk di kubu lawan. “Mau lawan bermain keras atau kasar, namun selama sistem berjalan dengan baik maka saya tidak akan khawatir,” tegasnya.

Bintang SFC di dalam pertandingan muncul dari bangku cadangan yakni Anis Nabar yang sukses memborong dua gol di pertengahan babak kedua. Masuk menggantikan M Ridwan di menit 66, pemain asal Papua ini sukses menjebol gawang Herry Prasetyo di menit 78 dan 87. “Gol ini untuk suporter SFC yang selalu setia mendukung kami, begitu juga masyarakat Sumsel yang tidak henti-hentinya mendoakan kami,” ujarnya singkat usai pertandingan.

Sementara itu, pelatih Madura United Gomes Oliveira mengaku gol ketiga SFC Anis Nabar pada menit 78 sukses meruntuhkan mental bermain anak asuhnya. “Kami kecolongan melalui 2 set piece di babak pertama dan itu cukup membuat masalah karena tim kami harus cepat membalasnya di awal babak kedua, tetapi saya ucapkan selamat untuk SFC yang mampu bermain baik sore ini,” ujar pelatih asal Brasil ini.

Diakuinya, usai gol ketiga tersebut dan ditambah kartu merah yang diterima oleh Maulana Putra di menit 83 semakin membenamkan skuadnya. “Tapi saya sudah katakan ke pemain untuk tetap fight kedepannya karena tim ini dipersiapkan untuk kompetisi, bukan di 1 pertandingan. Evaluasi sudah kami siapkan dan Madura United belajar banyak dari pertandingan ini,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan eks pelatih SFC Bayu Gatra yang mengakui keunggulan Supardi Nasir dkk di laga ini. “Kemarin selama 3 bulan saya menjadi bagian dari mereka dan sekarang datang sebagai lawan, namun inilah sepakbola. saya harus bersikap profesional, saya pastikan nanti di Madura kami akan memberikan perlawanan sengit dibanding saat ini,” tegasnya.

Artikel Terkait