Protes keras disampaikan Sriwijaya FC terkait kepemimpinan wasit Nopendri yang memimpin laga laskar wong kito melawan Surabaya United, Kamis (10/3) di laga kedua babak 6 besar Grup X turnamen Piala Gubernur Kaltim. Pasalnya, Yu Hyun Koo menderita luka lebam cukup parah usai terkena sikut pemain Surabaya United, Emile Mbamba dan wasit tidak memberikan peringatan atau KK terkait insiden tersebut.

“Kami memprotes keras wasit Nopendri, karena harusnya dia melindungi pemain saat pertandingan. Dan ini bukan untuk pertama kalinya SFC dirugikan oleh Nopendri, saat laga SFC melawan Madura United (2/3) di babak penyisihan Grup B yang dimainkan di Tenggarong, Firman Utina juga menjadi korban dan hingga saat ini tidak bisa bermain karena retak di bagian kaki kirinya usai dilanggar Asep Berlian. Sama seperti saat ini, kejadian itu luput dari pengamatan wasit dan tidak ada peringatan atau KK,” ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris usai pertandingan.

Asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan mengaku kualitas wasit di turnamen PGK kali ini memang cukup buruk. “Tadi pun gol lawan berasal dari pelanggaran yang bisa diperdebatkan, Beto dijatuhkan namun SFC yang mendapat hukuman. Wasit harusnya lebih jeli dan siap memimpin pertandingan yang penting dan dalam tensi tinggi,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Achmad Jufrianto yang berharap insiden yang menimpa Firman Utina dan Yu Hyun Koo tidak terulang lagi kedepannya. “Kalau bukan wasit, siapa lagi yang melindungi pemain saat di lapangan. Ini juga cerminan sepakbola kita dan harus ada perbaikan, apalagi nanti ada kompetisi Indonesian Soccer Championship yang akan segera bergulir,” harapnya.