Skuad Sriwijaya FC akhirnya kembali ke kota Palembang setelah menyelesaikan putaran grup B Piala Presiden 2015, 1-10 September di stadion Kanjuruhan Malang. Namun dari 22 pemain yang diboyong ke kota Malang, hanya 5 pemain yang kembali ke kota pempek dan selebihnya memanfaatkan waktu libur selama 2 hari yang diberikan oleh manajemen SFC.

“Saya pikir mereka memang layak diberi libur, karena hampir 3 minggu bekerja keras mulai dari masa persiapan turnamen Piala Presiden hingga selesainya putaran grup, apalagi hasilnya pun sangat positif. Hampir seluruh pemain pun punya anak yang masih kecil, jadi kami berikan kesempatan berkumpul dengan keluarga terlebih dulu sebelum nanti bekerja keras lagi untuk menatap babak 8 besar,” ujar pelatih SFC, Beny Dollo saat dihubungi Kamis (10/9) siang.

Namun permasalahan sudah langsung harus dihadapi skuad laskar wong kito saat tiba di Palembang, Kamis (10/9) sore. Tebalnya asap yang kini melanda hampir seluruh wilayah Palembang membuat proses latihan akan sedikit terhambat. Apalagi sebelum saat keberangkatan ke Malang, beberapa kali sesi latihan SFC di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) harus tertunda karena menunggu hilangnya asap terlebih dulu.

Manajer SFC, Robert Heri sendiri mengatakan pihaknya sampai saat ini belum berpikir untuk memindahkan home base tim untuk persiapan menuju babak 8 besar. “Rasanya belum ada keinginan seperti itu, kita akan tunggu dan lihat sampai hari Minggu (13/9) sore nanti saat latihan dimulai,” ungkap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini saat dikonfirmasi.

Hal serupa juga disampaikan Bendol yang menyatakan akan melihat kondisi terakhir di Palembang terlebih dulu. “Jika masih dalam batas wajar kita akan tetap latihan di Palembang, namun jika sudah sangat tebal tentu akan kita tunggu arahan dari manajemen lebih lanjut. Memang sebelum ke Malang kemarin, saat menggelar latihan pagi kita sempat harus menunggu sekitar 1 jam sebelum asap sedikit hilang di lapangan GSJ,” ungkapnya.

Sementara itu, opsi untuk menggelar latihan di luar kota Palembang pun mulai disuarakan oleh suporter SFC di sosial media. Kebanyakan mereka khawatir kondisi pemain akan lebih parah dan terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) jika berlatih di tengah kondisi tebalnya asap di Palembang.

“Jika dalam 1-2 hari ini asap semakin tebal dan tidak ada perubahan, tentu opsi tersebut bisa dipertimbangkan. Para pelajar saja diliburkan karena ada potensi menganggu kesehatan, apalagi pemain yang harus berlatih dengan intens untuk persiapan 8 besar. Namun kita tunggu saja dan berdoa semoga kondisi cuaca di Palembang segera kembali normal,” ujar Arie Firdaus dari komunitas SFC Kaskus.

Menariknya, beberapa kota sudah siap menyambut jika nantinya SFC akan menggelar pemusatan latihan di luar Palembang. Salah satunya adalah klub PSGC Ciamis yang merupakan rival laskar wong kito di grup B Piala Presiden 2015. “Kami sangat menerima dengan tangan terbuka, apalagi Ciamis juga punya fasilitas yang cukup dan kualitas lapangan kami pun rasanya tidak kalah dengan stadion Kanjuruhan atau stadion terbaik lainnya di Indonesia,” ungkap manajer PSGC Ciamis, H Herdiat saat ditemui di hotel Ijen Suites, Kamis (10/9) sebelum tim SFC pulang ke Palembang.